Mahasiswa Tadris Matematika UIN Saizu Belajar Budaya Algoritmik Bersama Akademisi Rusia
19/05/2026 2026-05-26 13:55Mahasiswa Tadris Matematika UIN Saizu Belajar Budaya Algoritmik Bersama Akademisi Rusia
Mahasiswa Tadris Matematika UIN Saizu Belajar Budaya Algoritmik Bersama Akademisi Rusia
Purwokerto, (19/05/2026) – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional melalui kegiatan International Team Teaching (ITT) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 15.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat kualitas akademik berbasis kolaborasi internasional.
Kegiatan ITT diikuti mahasiswa semester 4 pada mata kuliah Literasi untuk Pengembangan Bahan Ajar Matematika. Dalam forum akademik internasional tersebut, Prodi Tadris Matematika menghadirkan Schreiner Aleksander Antonovich, Candidate of Pedagogical Sciences sekaligus Associate Professor pada Department of Pedagogy and Methods of Primary Education, Novosibirsk State Pedagogical University, Rusia.
Dalam sesi perkuliahan, Schreiner Aleksander Antonovich menyampaikan materi bertajuk “Formation of Elements of Algorithmic Culture among Students at Mathematics Lessons.” Materi tersebut membahas pentingnya membangun budaya algoritmik (algorithmic culture) dalam pembelajaran matematika sebagai fondasi berpikir sistematis, logis, dan kreatif bagi peserta didik.

Menurutnya, budaya algoritmik bukan sekadar kemampuan menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah, tetapi juga cara berpikir terstruktur yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih mendalam dan aplikatif.
“Pembelajaran matematika perlu mendorong siswa untuk berpikir sistematis dan reflektif. Budaya algoritmik membantu peserta didik mengembangkan kemampuan analitis, menyusun strategi pemecahan masalah, serta memahami hubungan logis dalam setiap proses berpikir,” jelasnya dalam sesi pemaparan.
Ia juga menekankan bahwa penguatan budaya algoritmik sangat relevan di era digital dan kecerdasan buatan (AI), di mana kemampuan berpikir logis dan sistematis menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai pendekatan pembelajaran matematika di Rusia, tetapi juga berdialog langsung mengenai penerapan konsep algoritmik dalam pengembangan bahan ajar matematika di sekolah.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, dosen pengampu mata kuliah, serta sejumlah dosen Prodi Tadris Matematika yang mendampingi jalannya kegiatan akademik internasional tersebut.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Ifada Novikasari, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan International Team Teaching memberikan nilai strategis bagi mahasiswa, khususnya dalam memperkaya perspektif akademik dan profesional calon guru matematika.
“Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat memahami bagaimana konsep budaya algoritmik diterapkan dalam pembelajaran matematika di tingkat internasional. Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini juga membantu mahasiswa mengembangkan literasi profesional dalam merancang bahan ajar matematika yang lebih sistematis, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi internasional seperti ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi global, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Ketua Program Studi Tadris Matematika UIN Saizu, Dr. Maria Ulpah, M.Si., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, International Team Teaching merupakan bagian dari komitmen program studi dalam membangun atmosfer akademik yang terbuka terhadap perkembangan pendidikan internasional.
“Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga global. Dengan berinteraksi langsung bersama akademisi luar negeri, mahasiswa dapat memperluas cara pandang, memperkuat kompetensi akademik, serta memahami dinamika pendidikan matematika di berbagai negara,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan International Team Teaching ini, Prodi Tadris Matematika FTIK UIN Saizu terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis kolaborasi internasional, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi calon pendidik matematika yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.