HMPS PAI UIN Saizu Purwokerto Perkuat Pengembangan Organisasi melalui Studi Banding ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung
03/10/2026 2026-10-08 17:18HMPS PAI UIN Saizu Purwokerto Perkuat Pengembangan Organisasi melalui Studi Banding ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung
HMPS PAI UIN Saizu Purwokerto Perkuat Pengembangan Organisasi melalui Studi Banding ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Purwokerto, 03/10/2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto melaksanakan kegiatan Studi Banding bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN SGD Bandung tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan.
Studi banding ini merupakan salah satu program kerja Departemen Sosial dan Kewirausahaan HMPS PAI UIN Saizu Purwokerto. Kegiatan dirancang sebagai sarana observasi dan perbandingan terhadap pelaksanaan organisasi serta program kerja di perguruan tinggi lain, khususnya pada lingkungan organisasi mahasiswa PAI.
Melalui kegiatan tersebut, pengurus HMPS PAI UIN Saizu Purwokerto memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan organisasi yang diterapkan oleh HMJ PAI UIN SGD Bandung. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi HMPS PAI dalam mengidentifikasi berbagai aspek yang telah berjalan dengan baik sekaligus menemukan hal-hal yang masih dapat dikembangkan.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., mengapresiasi kegiatan studi banding yang dilakukan mahasiswa PAI tersebut. Menurutnya, pengalaman berorganisasi merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa sebagai calon pendidik sekaligus calon pemimpin di tengah masyarakat.
“Studi banding seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga belajar dari pengalaman organisasi di tempat lain. Dari proses bertukar pengalaman, mahasiswa dapat melihat praktik yang baik, melakukan evaluasi, kemudian mengambil pelajaran yang relevan untuk dikembangkan di organisasinya sendiri,” ungkap Prof. Fauzi.
Ia juga menekankan bahwa organisasi mahasiswa perlu menjadi ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengelola program, serta menyelesaikan berbagai persoalan secara konstruktif.
“Organisasi kemahasiswaan harus menjadi laboratorium kepemimpinan bagi mahasiswa. Karena itu, setiap kegiatan hendaknya memberikan pengalaman yang membentuk kemampuan berpikir, bekerja sama, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Hal-hal tersebut akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya terjun ke dunia pendidikan dan masyarakat,” lanjutnya.
Tidak hanya berorientasi pada evaluasi internal, studi banding juga menjadi ruang untuk menggali gagasan dan inovasi dalam pengembangan program kerja. Para mahasiswa dapat bertukar pengalaman mengenai sistem kepengurusan, pola koordinasi, pelaksanaan kegiatan, hingga strategi membangun organisasi yang mampu merespons kebutuhan mahasiswa.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada kedua organisasi untuk saling berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan. Dari proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh perspektif baru yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing organisasi.
Selain aspek pengembangan organisasi, kegiatan studi banding turut menjadi sarana mempererat silaturahmi antarmahasiswa PAI UIN Saizu Purwokerto dan UIN SGD Bandung. Interaksi antarpengurus membuka ruang untuk membangun jejaring kelembagaan sekaligus memperluas relasi mahasiswa lintas perguruan tinggi.
Prof. Fauzi berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan oleh organisasi mahasiswa di lingkungan FTIK. Menurutnya, jejaring antarmahasiswa dan antarlembaga dapat menjadi modal penting untuk menciptakan berbagai bentuk kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.
“Harapannya, studi banding ini tidak berhenti pada kegiatan kunjungan saja. Apa yang diperoleh harus menjadi pengetahuan dan pengalaman baru yang kemudian diterapkan untuk memperbaiki dan mengembangkan organisasi. Lebih jauh lagi, silaturahmi yang terbangun dapat menjadi pintu bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya,” tuturnya.
Kegiatan studi banding tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kunjungan dan pertukaran pengalaman semata. Berbagai wawasan yang diperoleh selama kegiatan dapat ditindaklanjuti menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program kerja HMPS PAI UIN Saizu Purwokerto ke depan, sehingga organisasi semakin adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, HMPS PAI UIN Saizu Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya organisasi yang terbuka terhadap pembelajaran dan kolaborasi. Pertukaran pengalaman dengan organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi lain menjadi bagian penting dalam membentuk pengurus yang memiliki wawasan luas, kemampuan berorganisasi, serta kesiapan mengembangkan program kerja secara lebih terarah dan berkelanjutan.