Olimpiade PAI dan Dai Daiyah Nasional 2026 UIN SAIZU Berjalan Sukses, 75 Peserta Unjuk Prestasi Dakwah dan Akademik
21/06/2026 2026-06-22 1:10Olimpiade PAI dan Dai Daiyah Nasional 2026 UIN SAIZU Berjalan Sukses, 75 Peserta Unjuk Prestasi Dakwah dan Akademik
Olimpiade PAI dan Dai Daiyah Nasional 2026 UIN SAIZU Berjalan Sukses, 75 Peserta Unjuk Prestasi Dakwah dan Akademik
Purwokerto, 21/06/2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam FTIK UIN SAIZU sukses menyelenggarakan Olimpiade PAI dan Dai Daiyah Nasional Tahun 2026 pada Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Gelora Prestasi PAI: Nyalakan Semangat Kompetisi, Wujudkan Generasi Berakhlak di Era Transformasi”, yang menegaskan semangat kompetisi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda.
Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sejak pagi hari, suasana kegiatan sudah tampak ramai dengan kedatangan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang siap mengikuti rangkaian perlombaan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, sistematis, dan mendapat dukungan penuh dari panitia serta sivitas akademika.
Olimpiade ini memperlombakan dua cabang utama, yaitu Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA/SLTA sederajat dan Lomba Dai Daiyah tingkat mahasiswa. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 75 orang. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pelajar dan mahasiswa dalam mengasah kemampuan akademik sekaligus keterampilan dakwah di tingkat nasional.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh panitia penyelenggara, dewan juri, serta tamu undangan penting, di antaranya Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), serta jajaran lembaga kemahasiswaan FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Kehadiran para pimpinan fakultas tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan kompetensi akademik, keilmuan, serta dakwah mahasiswa dan pelajar di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, pihak panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai ruang pembinaan, pengembangan bakat, serta penguatan karakter generasi muda Islam. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta kemampuan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.
Rangkaian perlombaan berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan etika islami. Pada cabang Olimpiade PAI, peserta diuji dalam kemampuan akademik keislaman yang mencakup pemahaman materi Pendidikan Agama Islam secara komprehensif. Sementara itu, pada cabang Dai Daiyah, peserta menampilkan kemampuan berdakwah melalui penyampaian materi yang komunikatif, persuasif, dan inspiratif di hadapan dewan juri.
Sepanjang pelaksanaan lomba, suasana terlihat penuh semangat. Para peserta menunjukkan performa terbaik mereka dengan tetap menjaga sikap hormat, percaya diri, serta tanggung jawab akademik. Dewan juri juga memberikan penilaian secara objektif berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh panitia, sehingga proses penjurian berlangsung adil dan transparan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada para pemenang di masing-masing cabang lomba. Untuk kategori Olimpiade PAI tingkat SMA/SLTA sederajat, Juara I memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1.000.000, sertifikat, piala, serta merchandise, disusul Juara II, Juara III, dan Juara Harapan I serta II dengan bentuk penghargaan yang juga telah disesuaikan. Sementara itu, pada kategori Lomba Dai Daiyah tingkat mahasiswa, para juara juga mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan, sertifikat, piala, dan merchandise sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam FTIK UIN SAIZU berharap Olimpiade PAI dan Dai Daiyah Nasional dapat terus menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan prestasi akademik dan dakwah, tetapi juga memperkuat jejaring silaturahmi antar peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta berkarakter Islami di tengah tantangan era transformasi digital dan globalisasi.