SIGMA Literasi Jadi Ruang Rawat Nalar Kritis Mahasiswa Tadris Matematika UIN Saizu
21/05/2026 2026-05-26 14:22SIGMA Literasi Jadi Ruang Rawat Nalar Kritis Mahasiswa Tadris Matematika UIN Saizu
SIGMA Literasi Jadi Ruang Rawat Nalar Kritis Mahasiswa Tadris Matematika UIN Saizu
Purwokerto, (21/05/2026) – Komunitas Aksi Generasi Matematika (SIGMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di kalangan mahasiswa melalui kegiatan SIGMA Literasi edisi Mei 2026 yang digelar pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB tersebut berlangsung di sekitar gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dengan suasana diskusi yang hangat, kritis, dan penuh antusiasme.
Mengusung semangat “Menolak Pasif, Mahasiswa SIGMA Rawat Akal Sehat Lewat Literasi”, kegiatan ini menjadi ruang alternatif bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, membedah ide, serta memperkuat tradisi berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.
Sejak kegiatan dimulai, mahasiswa tampak aktif mengikuti jalannya diskusi. Berbagai isu dan perspektif dibahas secara terbuka, menjadikan forum tersebut tidak hanya sebagai ruang membaca dan berdiskusi, tetapi juga tempat membangun kesadaran intelektual dan keberanian menyampaikan pendapat.
Ketua Komunitas SIGMA, Salwa Dinda Oktavia, menegaskan bahwa budaya literasi merupakan fondasi penting bagi mahasiswa dalam membangun cara berpikir yang kritis dan bertanggung jawab.
“Literasi adalah pondasi bergerak kita sebagai mahasiswa. Mahasiswa SIGMA tidak boleh sekadar menjadi pengikut arus informasi, tetapi harus menjadi penggerak yang kritis. Mari kita terus kuatkan budaya literasi ini sebagai identitas mahasiswa SIGMA yang cerdas dan berdampak,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah perkembangan media digital yang sangat cepat, mahasiswa memiliki tantangan besar untuk tidak terjebak menjadi konsumen informasi semata. Karena itu, ruang-ruang diskusi literatif seperti SIGMA Literasi dinilai penting untuk menjaga tradisi intelektual dan nalar kritis mahasiswa.
Kegiatan SIGMA Literasi sendiri menjadi salah satu program komunitas yang secara konsisten dihadirkan sebagai wadah penguatan budaya membaca, berdiskusi, dan berpikir reflektif di lingkungan mahasiswa Tadris Matematika. Tidak hanya berorientasi pada akademik, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kepekaan mahasiswa terhadap berbagai isu sosial, pendidikan, dan perkembangan zaman.
Suasana diskusi yang santai namun substantif membuat peserta lebih leluasa menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka. Interaksi yang terbangun menunjukkan tingginya semangat mahasiswa untuk terus belajar, berdialog, dan memperluas perspektif.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan proses pembelajaran formal di kelas karena mahasiswa dapat berdiskusi secara lebih terbuka dan mendalam.
“Forum seperti ini penting karena membuat mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi dan cara melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang,” tuturnya.
Melalui SIGMA Literasi, Komunitas SIGMA ingin menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran literasi dan daya kritis terhadap realitas sosial di sekitarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang sehat, terbuka, dan reflektif di lingkungan FTIK UIN Saizu. Dengan terus menghidupkan budaya membaca dan berdiskusi, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan gagasan-gagasan yang konstruktif dan berdampak bagi masyarakat luas.