Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

PGMI FTIK UIN Saizu Rampungkan Asesmen Lapangan LAMDIK, Penguatan Budaya Mutu Jadi Sorotan

DSC06682
BeritaPendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

PGMI FTIK UIN Saizu Rampungkan Asesmen Lapangan LAMDIK, Penguatan Budaya Mutu Jadi Sorotan

Purwokerto, 12/05/2026 — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto resmi merampungkan rangkaian Asesmen Lapangan (AL) akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Selasa, 12 Mei 2026, di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim FTIK UIN Saizu.

Penutupan asesmen lapangan berlangsung dalam suasana hangat, reflektif, dan penuh nuansa kekeluargaan. Setelah dua hari menjalani proses verifikasi dan konfirmasi data, kegiatan ditutup dengan penyampaian hasil sementara asesmen, penandatanganan berita acara, serta evaluasi dan rekomendasi dari tim asesor. Dua asesor LAMDIK, yakni Dr. Siti Annisah, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung dan Dr. Iis Nurasiah, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi, menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan, keterbukaan, dan komitmen mutu yang ditunjukkan PGMI FTIK UIN Saizu selama proses asesmen berlangsung.

Dalam sambutannya, Dr. Siti Annisah menegaskan bahwa asesmen lapangan bukanlah forum untuk mencari kekurangan institusi, melainkan ruang akademik untuk memotret kondisi nyata program studi serta memastikan kesesuaian antara dokumen dan implementasi di lapangan.

“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan. Tugas kami adalah memotret kondisi program studi dan memastikan bagaimana praktik di lapangan berjalan sesuai dengan dokumen yang telah disusun,” ujarnya.

Ia menyebut, selama dua hari asesmen berlangsung, terdapat banyak data dan bukti pendukung yang justru memperkuat kualitas program studi di luar dokumen yang sebelumnya dikirimkan kepada LAMDIK.

“Beberapa hal yang belum tergambar dalam dokumen ternyata dapat kami temukan langsung di lapangan. Ini menjadi penguatan penting dalam proses asesmen,” katanya.

Menurutnya, PGMI FTIK UIN Saizu menunjukkan komitmen yang baik dalam menjaga budaya mutu, tata kelola akademik, serta sistem penjaminan mutu internal yang berjalan secara sistematis.

“Secara umum sudah baik. Tinggal bagaimana penguatan-penguatan itu dibuat lebih terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, asesor kedua, Dr. Iis Nurasiah, M.Pd., menyampaikan bahwa sebagian besar aspek penilaian telah menunjukkan perkembangan yang positif, mulai dari tata pamong, layanan mahasiswa, sumber daya manusia, hingga sistem penjaminan mutu.

Ia menyoroti penguatan tata kelola dan evaluasi internal yang dinilai sudah berjalan cukup sistematis di lingkungan FTIK dan PGMI.

“Budaya evaluasi dan monitoring sudah terlihat berjalan dengan baik. Tata kelola program studi juga sudah cukup tertata dan sistematis,” ujarnya.

Meski demikian, ia memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk pengembangan program studi ke depan, di antaranya penguatan indikator visi yang lebih terukur, optimalisasi layanan inklusif, peningkatan internasionalisasi, penguatan dokumentasi akademik, serta tindak lanjut program yang berbasis timeline dan monitoring berkelanjutan.

“Kami melihat fondasinya sudah baik. Tinggal optimalisasi, penguatan sistem, dan keberlanjutan program agar kualitas yang sudah ada dapat terus meningkat,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keputusan akhir hasil akreditasi tetap berada di tangan majelis LAMDIK, sementara asesor bertugas melakukan pemotretan objektif terhadap kondisi program studi selama asesmen berlangsung.

“Keputusan akhir bukan berada pada asesor, tetapi pada majelis. Kami hanya menyampaikan hasil pemotretan dan evaluasi selama asesmen lapangan,” katanya.

Di sisi lain, Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas selesainya proses asesmen lapangan yang menurutnya berlangsung dalam suasana komunikatif, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan.

“Atas nama pimpinan fakultas dan seluruh jajaran program studi, kami menyampaikan terima kasih kepada para asesor yang telah memberikan banyak afirmasi, masukan, dan rekomendasi bagi pengembangan PGMI ke depan,” ujarnya.

Menurut Prof. Fauzi, berbagai rekomendasi yang diberikan asesor akan menjadi bahan refleksi dan pijakan penting dalam upaya peningkatan mutu program studi secara berkelanjutan.

“Kami memandang asesmen ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi ruang bercermin untuk melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperkuat,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya budaya mutu di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, akreditasi menjadi salah satu bentuk jaminan mutu yang menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap sebuah program studi.

“Masyarakat hari ini semakin sadar mutu. Ketika sebuah program studi memiliki kualitas dan akreditasi yang baik, maka kepercayaan masyarakat juga akan semakin kuat,” katanya.

Dalam suasana yang cair dan penuh keakraban, Prof. Fauzi turut mengapresiasi kerja kolektif seluruh tim task force, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terlibat dalam persiapan asesmen lapangan. Ia secara khusus menyoroti keterlibatan generasi muda dalam proses penguatan budaya mutu di lingkungan fakultas.

“Kami memang sedang melakukan kaderisasi. Banyak tim muda yang dilibatkan agar mereka memahami tata kelola mutu dan nantinya mampu melanjutkan estafet pengembangan program studi dan fakultas,” ungkapnya.

Suasana penutupan asesmen semakin hangat ketika Dekan FTIK menutup sambutannya dengan pantun yang disambut senyum seluruh peserta.

“Jalan-jalan menyusuri Sungai Serayu, airnya tenang mengalir selalu. Asesor pamit dengan hati yang syahdu, karena terkesan dengan PGMI yang maju.”

Selama dua hari pelaksanaan asesmen, berbagai agenda dilakukan asesor, mulai dari verifikasi dokumen, wawancara bersama pimpinan universitas dan fakultas, diskusi dengan dosen, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, hingga peninjauan fasilitas penunjang pembelajaran.

Bagi PGMI FTIK UIN Saizu, asesmen lapangan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya mutu, tata kelola akademik, serta relevansi pendidikan guru madrasah ibtidaiyah di tengah tantangan pendidikan abad ke-21.

Di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis, program studi pendidikan guru dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, literasi digital, kepemimpinan, serta sensitivitas sosial yang kuat.

Karena itu, asesmen lapangan tidak dipandang sebagai akhir dari proses evaluasi, melainkan bagian dari perjalanan panjang perguruan tinggi dalam menjaga kualitas pendidikan dan membangun kepercayaan publik terhadap profesi guru di masa depan.