Mantapkan Barisan Panitia PBAK FTIK: “Besok Bukan Lagi Waktu untuk Mencari Celah”
19/08/2026 2026-08-19 16:17Mantapkan Barisan Panitia PBAK FTIK: “Besok Bukan Lagi Waktu untuk Mencari Celah”
Purwokerto, 19 Agustus 2026- Sehari menjelang pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto 2026, persiapan memasuki tahap akhir. Bukan lagi sekadar memastikan acara tersusun di atas kertas, tetapi memastikan setiap orang memahami peran, tanggung jawab, dan langkah yang harus diambil ketika kegiatan benar-benar dimulai.
Hal tersebut menjadi fokus dalam pengarahan dan pemantapan PBAK FTIK pada Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Dekan FTIK, Ketua Tim Akademik FTIK, Kepala Bagian FTIK, Wakil Dekan III FTIK yang membidangi kemahasiswaan. Badan Pengurus Harian (BPH) Panitia PBAK FTIK, serta Ketua DEMA FTIK
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk melakukan pengecekan terakhir terhadap kesiapan teknis sekaligus menyamakan persepsi seluruh unsur yang terlibat. Setelah melalui rangkaian persiapan sebelumnya, PBAK kini memasuki fase yang menuntut ketelitian lebih tinggi karena seluruh rancangan akan segera berhadapan dengan kondisi nyata di lapangan.
Dekan FTIK Prof. Dr. H. Fauzi M.Ag., menekankan bahwa keberhasilan PBAK tidak hanya ditentukan oleh meriahnya rangkaian acara. Lebih dari itu, kegiatan harus mampu memberikan pengalaman awal yang baik kepada mahasiswa baru sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik, budaya kelembagaan, dan kehidupan kemahasiswaan di FTIK.
“ini bukan waktunya lagi kita mencari apa yang belum dikerjakan. Ini waktunya memastikan apa yang sudah kita siapkan benar-benar siap dilaksanakan. Setiap orang harus tahu tugasnya, tahu posisinya, dan tahu apa yang harus dilakukan ketika ada persoalan di lapangan.”

Menurut beliau, panitia perlu membangun kesiapan bukan hanya terhadap skenario ideal, tetapi juga terhadap kemungkinan perubahan situasi. Karena itu, komunikasi antarpanitia menjadi salah satu kunci penting dalam pelaksanaan kegiatan.
“Jangan sampai nanti ketika kegiatan sudah berjalan, baru kita saling bertanya siapa yang bertanggung jawab. Semua harus jelas. Kalau ada persoalan, jangan saling menunggu. Segera komunikasikan dan selesaikan sesuai kewenangan masing-masing.”
PBAK merupakan salah satu momentum pertama mahasiswa baru dalam mengenal lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, Dekan mengingatkan agar seluruh panitia menempatkan diri bukan sekadar sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai bagian dari wajah FTIK yang pertama kali dilihat oleh mahasiswa baru.
Cara panitia menyambut, mengarahkan, memberikan informasi, hingga menyelesaikan persoalan akan menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa baru dalam mengenal FTIK.
“Yang kita layani besok adalah mahasiswa baru. Mereka datang dengan berbagai latar belakang dan pengalaman. Maka tugas kita bukan hanya membuat acara berjalan, tetapi bagaimana mereka merasa diterima, diarahkan, dan mendapatkan pengalaman pertama yang baik di FTIK.”
Pesan tersebut sekaligus menempatkan PBAK sebagai ruang pembentukan kesan awal mahasiswa terhadap kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Dengan demikian, ketertiban, keramahan, kedisiplinan, dan komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari substansi kegiatan.
Dekan juga meminta agar koordinasi antara unsur fakultas, panitia mahasiswa, dan bidang kemahasiswaan tetap berjalan secara intensif. Setiap keputusan di lapangan harus tetap berada dalam koridor yang telah disepakati, sementara persoalan yang membutuhkan keputusan lebih lanjut harus segera dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang.
Sementara itu, Wakil Dekan III FTIK Prof. Dr. H. Subur,M.Ag., yang membidangi kemahasiswaan turut memberikan penguatan terhadap kesiapan panitia. Bidang kemahasiswaan menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan pelaksanaan PBAK berjalan tertib sekaligus tetap memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan organisasi dan kemahasiswaan di FTIK.
“Yang perlu kita pastikan bukan hanya susunan acaranya siap, tetapi orang-orang yang menjalankannya juga siap. Panitia harus memahami alur, komunikasi, dan bagaimana mengambil tindakan ketika ada situasi yang tidak sesuai dengan rencana.”
beliau juga mengingatkan bahwa koordinasi menjadi penting karena pelaksanaan PBAK melibatkan banyak unsur dan memiliki dinamika yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kalau ada persoalan di lapangan, jangan dibawa menjadi persoalan pribadi atau antarpanitia. Komunikasikan. Kita ingin PBAK ini berjalan tertib, tetapi tetap humanis dan menjadi pengalaman yang baik bagi mahasiswa baru.”
Penguatan tersebut menjadi penting mengingat bidang kemahasiswaan memiliki posisi strategis dalam mengawal keterlibatan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa di lingkungan FTIK.
Perhatian terhadap hal-hal kecil justru menjadi bagian penting dari pemantapan. Alur kedatangan peserta, pembagian kelompok, koordinasi pendamping, kesiapan ruangan, komunikasi antarseksi, hingga mekanisme penanganan kondisi tertentu harus dipastikan kembali.
Bagi panitia, satu detail yang terlewat dapat berkembang menjadi persoalan ketika ribuan aktivitas berlangsung secara bersamaan. Karena itu, rapat pemantapan menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa seluruh unsur bergerak berdasarkan pemahaman yang sama.
Prof. Fauzi pun menegaskan pentingnya rasa tanggung jawab setiap personel.
“Saya ingin besok kita bekerja dengan tenang karena persiapannya sudah matang. Jangan bekerja dengan panik. Kalau masing-masing memahami tugas dan komunikasi berjalan, insyaallah persoalan apa pun bisa kita hadapi.”
Selain itu beliau juga mendorong panitia untuk tidak kehilangan semangat meskipun berada pada tahap akhir persiapan yang biasanya penuh tekanan.
“Kita sudah sampai di tahap terakhir. Sekarang tinggal bagaimana kita memberikan yang terbaik. Jangan melihat ini hanya sebagai tugas kepanitiaan, tetapi sebagai bagian dari pengabdian kita kepada fakultas dan mahasiswa.”
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa persiapan PBAK FTIK 2026 telah memasuki garis akhir. Setelah berbagai agenda koordinasi, penyusunan konsep, pembagian tugas, dan pengecekan teknis dilakukan, seluruh unsur kini diarahkan untuk membawa hasil persiapan tersebut ke pelaksanaan.