SIGMA dan Javelin Kolaborasi dalam “Decode the Past”, Belajar Simple Past Tense Lewat Cerita Misteri
27/09/2026 2026-09-28 0:00SIGMA dan Javelin Kolaborasi dalam “Decode the Past”, Belajar Simple Past Tense Lewat Cerita Misteri
SIGMA dan Javelin Kolaborasi dalam “Decode the Past”, Belajar Simple Past Tense Lewat Cerita Misteri
Purwokerto, 27/09/2026 – Belajar bahasa Inggris tidak harus selalu identik dengan hafalan rumus tata bahasa. Hal tersebut dibuktikan melalui kegiatan rutin Divisi Logaritma SIGMA yang dikemas kreatif melalui tema “Decode the Past: Belajar Simple Past Tense Lewat Cerita Misteri” pada Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang H5 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto ini menjadi semakin menarik karena Divisi Logaritma SIGMA berkolaborasi dengan Komunitas Javelin UIN Saizu Purwokerto. Kolaborasi tersebut menghadirkan Agustina Jelita Putri dan Hanum Novia Putri Eltsani sebagai pemateri.
Melalui konsep cerita misteri, peserta diajak mempelajari simple past tense dengan cara yang lebih kontekstual. Alih-alih hanya mempelajari pola kalimat dan aturan penggunaan grammar, mahasiswa diarahkan untuk memahami penggunaan bahasa melalui sebuah cerita yang kemudian dikembangkan bersama.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Mahasiswa diajak berdiskusi, berlatih menyusun tulisan, mengembangkan cerita, hingga mempresentasikan hasil cerita mereka di hadapan peserta lainnya.
Pendekatan tersebut membuat materi simple past tense menjadi lebih dekat dengan aktivitas kreatif mahasiswa. Penggunaan cerita misteri juga memberikan tantangan tersendiri karena peserta perlu memperhatikan bagaimana suatu peristiwa yang telah terjadi dapat dituangkan ke dalam kalimat bahasa Inggris secara tepat.
Proses tersebut sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keberanian dalam menyampaikan gagasan. Ketika mempresentasikan hasil cerita, peserta tidak hanya dituntut memahami materi grammar, tetapi juga belajar berkomunikasi dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas.
Okta selaku penanggung jawab agenda mengatakan bahwa kegiatan rutin Divisi Logaritma kali ini dirancang tidak sekadar untuk menyampaikan materi bahasa Inggris.
“Rutinan Logaritma kali ini bukan hanya tentang belajar grammar, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa bisa berkreasi lewat cerita. Dengan kolaborasi bersama Javelin, kami ingin menunjukkan bahwa belajar bahasa bisa menyenangkan sekaligus menantang,” ungkapnya.
Kolaborasi SIGMA dengan Komunitas Javelin menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi mahasiswa. Dua komunitas dengan aktivitas literasi dan pengembangan kemampuan mahasiswa tersebut menggabungkan pembelajaran bahasa dengan kreativitas menulis dan penyampaian gagasan.
Dalam kegiatan ini, peserta tidak berhenti pada pemahaman struktur bahasa. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk mengasah kreativitas, kemampuan menulis, keberanian berbicara, serta keterampilan bekerja sama.
Konsep pembelajaran seperti ini memberikan ruang kepada mahasiswa untuk melihat bahwa kemampuan bahasa dapat digunakan dalam berbagai bentuk aktivitas. Grammar yang selama ini kerap dianggap sebagai materi yang bersifat teoritis dapat dipraktikkan melalui cerita, diskusi, dan presentasi.
Kegiatan tersebut juga menjadi gambaran bahwa komunitas mahasiswa dapat menjadi ruang alternatif untuk belajar di luar perkuliahan. Melalui kegiatan rutin yang dikemas secara kreatif, mahasiswa dapat saling berbagi pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan yang mendukung aktivitas akademik.
Kegiatan “Decode the Past” pada akhirnya tidak hanya menghasilkan pemahaman baru mengenai simple past tense. Lebih dari itu, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang menggabungkan bahasa, literasi, kreativitas, dan kolaborasi.
Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen SIGMA untuk terus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi mahasiswa. Dukungan dan kolaborasi bersama Javelin turut memperkaya bentuk kegiatan sehingga pembelajaran dapat berlangsung lebih dinamis.
Dari cerita misteri yang disusun, diskusi yang berlangsung, hingga presentasi hasil karya, peserta mendapatkan pengalaman bahwa belajar bahasa dapat dilakukan melalui proses yang kreatif dan menyenangkan.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, SIGMA dan Javelin terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkreasi, berkolaborasi, dan berani menyampaikan gagasan. Literasi bahasa pun tidak hanya menjadi kemampuan akademik, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari proses pengembangan diri mahasiswa di lingkungan kampus.