Skip to main content

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Hidupkan Literasi Kampus, MJHQ Gelar Pojok Baca bagi Mahasiswa

WhatsApp Image 2026-09-21 at 19.52.48
Berita

Hidupkan Literasi Kampus, MJHQ Gelar Pojok Baca bagi Mahasiswa

Purwokerto, 21/09/2026 – Membaca tidak harus selalu dilakukan di dalam perpustakaan atau ruang kelas. Suasana yang santai dan ruang yang terbuka juga dapat menjadi bagian dari pengalaman literasi mahasiswa. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Pojok Baca yang diselenggarakan Komunitas Majelis Jam’iyyah Huffadz Wal Qurra’ (MJHQ) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–14.00 WIB di depan LK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meluangkan waktu membaca, menambah wawasan, berbagi pengetahuan, dan berdiskusi bersama. Kehadiran Pojok Baca juga menjadi salah satu bentuk aktivitas positif mahasiswa dalam menghidupkan budaya literasi di lingkungan kampus.

Pojok Baca dirancang tidak dalam suasana pembelajaran formal. Mahasiswa dapat membaca secara santai sekaligus membuka percakapan mengenai berbagai hal yang mereka temukan dari bahan bacaan. Pola seperti ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadikan membaca sebagai aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan. Setelah membaca, mahasiswa dapat bertukar pemahaman dan berdiskusi dengan peserta lainnya. Interaksi semacam ini membuat kegiatan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca secara individual, tetapi berkembang menjadi proses berbagi gagasan.

Konteks tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu membangun kebiasaan membaca dan memperluas wawasan. Bagi mahasiswa yang kelak berkecimpung di bidang pendidikan, kebiasaan membaca dan berdiskusi menjadi bagian penting dalam pengembangan diri.

Melalui Pojok Baca, MJHQ turut membuka ruang perjumpaan yang mempertemukan aktivitas literasi dengan interaksi mahasiswa. Membaca, berbagi pengetahuan, dan berdiskusi berlangsung dalam satu ruang yang sama sehingga kegiatan tersebut memiliki dimensi akademik sekaligus sosial.

Pojok Baca tidak berhenti pada kegiatan membaca semata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi upaya untuk membangun kebiasaan positif di tengah kehidupan mahasiswa. Ketika ruang membaca hadir di tempat yang mudah dijangkau, mahasiswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Kegiatan tersebut juga mengingatkan bahwa budaya literasi dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana. Tidak selalu membutuhkan kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari menyediakan ruang, menghadirkan bahan bacaan, kemudian membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk membaca dan membicarakan apa yang mereka baca.

Partisipasi mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dalam kegiatan Pojok Baca menunjukkan bahwa ruang literasi dapat sekaligus menjadi ruang sosial. Mahasiswa tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga dapat bertemu, berbincang, bertukar gagasan, dan menjalin silaturahmi.

Bagi mahasiswa FTIK dan lingkungan kampus secara lebih luas, hadirnya ruang-ruang literasi semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer akademik yang hidup. Sebab, budaya membaca tidak hanya tumbuh dari kewajiban akademik, tetapi juga dari kebiasaan, lingkungan, dan ruang perjumpaan yang mendorong mahasiswa untuk terus belajar.