Skip to main content

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Rawat Tradisi Qur’ani di Kampus, MJHQ FTIK UIN Saizu Gelar Qur’an Conference

WhatsApp Image 2026-10-29 at 14.08.15
Berita

Rawat Tradisi Qur’ani di Kampus, MJHQ FTIK UIN Saizu Gelar Qur’an Conference

Purwokerto, 29/10/2026 – Komunitas Majelis Jam’iyah Huffadz Wal Qurra’ (MJHQ) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Qur’an Conference dalam rangka memperingati Milad ke-2 MJHQ di Hall Perpustakaan UIN Saizu, Kamis (29/10/2026), pukul 08.00–12.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan mahasiswa terhadap Al-Qur’an, mengembangkan tradisi keilmuan Qur’ani, serta mendorong pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik dan sosial.

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FTIK Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., Wakil Dekan III Prof. Dr. H. Subur, M.Ag., Pembina MJHQ I’ik Burhanuddin Azhar, M.Ag., Ketua MJHQ periode 2025–2026 Sahrul Mubarok, jajaran pengurus dan panitia, anggota komunitas, serta tamu undangan. Penyelenggaraan Qur’an Conference sekaligus menandai perjalanan dua tahun MJHQ sebagai ruang pengembangan potensi mahasiswa yang memiliki perhatian terhadap hafalan, bacaan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Dekan FTIK Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag. menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan MJHQ sejak pertama kali digagas di lingkungan FTIK. Menurutnya, keberadaan komunitas ini merupakan bentuk ikhtiar fakultas dalam menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus mengembangkan potensi diri secara menyeluruh.

beliau menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-2 MJHQ dan berharap seluruh anggota senantiasa mendapatkan keberkahan Al-Qur’an. Ia mengajak mahasiswa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan panduan dalam mengarungi kehidupan, bukan sekadar bacaan yang berhenti pada aktivitas ritual.

“Kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman sekaligus acuan, panduan di dalam kita mengarungi kehidupan ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an perlu diwujudkan melalui pemahaman dan pengamalan kandungannya. Penguatan hafalan, kualitas bacaan, tajwid, dan tahsin harus berjalan beriringan dengan upaya mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an agar nilai-nilainya tercermin dalam cara berpikir, bersikap, dan berperilaku.

“Maka saya pesan kepada kawan-kawan semuanya, mari MJHQ ini dijadikan sebagai forum untuk bagaimana kita menguatkan hafalan, bacaan, tajwid, tahsin Qur’an kita, sekaligus juga mentadabburi apa yang ada di dalam Al-Qur’an untuk dijadikan sebagai pedoman kita bersikap dan berperilaku,” tegas Prof. Fauzi.

Menurutnya, Al-Qur’an harus mampu membentuk paradigma dan kerangka berpikir seorang muslim. Karena itu, mahasiswa perlu menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai landasan dalam membangun pandangan terhadap kehidupan, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menjalankan tanggung jawab sosial.

“Jangan jadikan Qur’an sekadar bacaan-bacaan yang bersifat simbolik formal, tetapi Al-Qur’an harus bisa jadi bacaan yang kontekstual, yang bisa menggerakkan kehidupan kita,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa FTIK yang dipersiapkan menjadi calon pendidik. Kedekatan dengan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya membentuk kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga melahirkan pribadi yang berintegritas, memiliki kedalaman spiritual, serta mampu menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. fauzi juga menyinggung keunikan Al-Qur’an, termasuk dari sisi bahasa dan kandungannya. Ia mengajak mahasiswa untuk terus mempelajari Al-Qur’an secara mendalam sehingga kecintaan terhadap kitab suci tidak berhenti pada pengakuan keimanan, tetapi tumbuh melalui proses belajar, refleksi, dan pengamalan.

Pembina MJHQ, I’ik Burhanuddin Azhar, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas perjalanan komunitas yang telah memasuki tahun kedua. Ia mengaku bahagia melihat perkembangan MJHQ, terutama karena komunitas tersebut mulai membangun tradisi diskusi secara rutin untuk mengasah kemampuan berpikir dan memperluas wawasan anggotanya.

Ia menyebutkan bahwa kegiatan MJHQ tidak hanya berorientasi pada aktivitas membaca dan menghafal Al-Qur’an. Diskusi yang dilaksanakan secara berkala menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan berpikir, bertukar gagasan, dan mengembangkan potensi intelektual mahasiswa.

Dalam sambutannya, I’ik juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan FTIK yang telah memberikan wadah dan dukungan bagi komunitas. Menurutnya, MJHQ memiliki peluang besar untuk menjadi ruang pengembangan empat kecerdasan mahasiswa, yakni kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan emosional.

“Semoga MJHQ menjadi wadah agar kecerdasan-kecerdasan itu hadir dalam kehidupan generasi-generasi di Fakultas Tarbiyah,” ujarnya.

Lebih lanjut, I’ik berharap MJHQ dapat memberikan dampak yang lebih luas pada tahun ketiga dan periode kepengurusan berikutnya. Ia mendorong pengurus agar terus mengembangkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan zaman, termasuk memperluas syiar Al-Qur’an melalui ruang digital.

Menurutnya, masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan konten-konten edukatif yang mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an. Kegiatan seperti tilawah, murottal, dan konten inspiratif dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan Qur’ani kepada khalayak yang lebih luas.

“Saya harap MJHQ nanti banyak qari-qari yang suaranya bagus, banyak-banyak murottal yang bagus, konten-kontennya bisa memotivasi agar orang-orang itu bisa lebih cinta lagi terhadap Al-Qur’an,” tuturnya.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan komunitas perlu berjalan melalui dua ruang sekaligus, yaitu penguatan aktivitas secara langsung dan perluasan manfaat melalui media digital. Dengan demikian, tradisi Qur’ani yang tumbuh di lingkungan kampus dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan beradaptasi dengan pola komunikasi generasi muda.

I’ik juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga semangat kebersamaan dan terus bergerak sebagai agen perubahan. Baginya, keberadaan MJHQ akan semakin bermakna apabila aktivitas komunitas mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh anggota, lingkungan fakultas, dan masyarakat.

Ketua MJHQ periode 2025–2026, Sahrul Mubarok, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Milad ke-2 dan Qur’an Conference. Ia mengapresiasi dukungan Dekan FTIK, Wakil Dekan III, serta Pembina MJHQ yang telah memberikan perhatian terhadap perkembangan komunitas.

Sahrul menegaskan bahwa keberlangsungan MJHQ hingga memasuki tahun kedua merupakan hasil kerja bersama pengurus dan dukungan berbagai pihak. Karena itu, momentum milad tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia komunitas, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan kegiatan yang berorientasi pada Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, ia mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Al-Qamar ayat 17:

“Wa laqad yassarnal-Qur’āna liż-żikri fa hal mim muddakir.”

Artinya, sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Ayat tersebut menjadi pengingat bagi anggota MJHQ bahwa Al-Qur’an perlu terus dipelajari dan dijadikan sumber pembelajaran. Melalui komunitas, mahasiswa diharapkan memiliki ruang untuk saling mendukung dalam menjaga hafalan, meningkatkan kualitas bacaan, dan memperdalam pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an.

Sahrul juga menyampaikan permohonan maaf apabila pelaksanaan kegiatan masih memiliki kekurangan, khususnya dalam aspek sarana dan prasarana. Ia berharap Qur’an Conference dapat berlangsung lancar serta menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

Dukungan pimpinan fakultas dan pembina menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan komunitas. Melalui kebersamaan tersebut, MJHQ diharapkan terus berkembang sebagai ruang yang mempertemukan semangat menghafal Al-Qur’an dengan pengembangan kapasitas mahasiswa.

Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Qur’an Conference. Apresiasi secara khusus disampaikan kepada Dekan FTIK, Wakil Dekan III, Pembina MJHQ, para tamu undangan, serta seluruh anggota panitia yang telah mencurahkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan kegiatan.

Ia menilai dukungan dan kerja sama berbagai pihak menjadi unsur penting dalam menyukseskan kegiatan yang mempertemukan pengurus, anggota komunitas, dan tamu undangan tersebut. Melalui kegiatan ini, panitia berharap peserta memperoleh pengalaman yang berharga sekaligus semakin termotivasi untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.

“Besar harapan saya, semoga kegiatan Seminar Qur’an Conference pada hari ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat serta menjadi pengalaman yang berharga bagi seluruh pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ketua panitia juga menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan kekurangan selama persiapan maupun pelaksanaan kegiatan. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus dijaga dalam kegiatan-kegiatan MJHQ selanjutnya.

Peringatan Milad ke-2 melalui Qur’an Conference menjadi momentum refleksi bagi MJHQ untuk memperkuat perannya di lingkungan FTIK UIN Saizu. Komunitas ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa yang memiliki minat terhadap tahfiz dan tilawah, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan tradisi belajar, berdiskusi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Bagi mahasiswa calon pendidik, tradisi tersebut memiliki relevansi langsung dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab profesional. Pendidik tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan, tetapi juga perlu memiliki keteladanan, kepekaan sosial, dan integritas yang dapat dibangun melalui penghayatan nilai-nilai agama.

Karena itu, penguatan aktivitas MJHQ perlu terus diarahkan pada pengembangan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, pendalaman makna ayat, diskusi keilmuan, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas syiar. Sinergi antara mahasiswa, pembina, dan pimpinan fakultas menjadi modal untuk menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut.

Melalui perjalanan dua tahun ini, MJHQ diharapkan semakin mampu menghadirkan kegiatan yang berdampak, baik bagi pengembangan diri anggotanya maupun bagi lingkungan yang lebih luas. Semangat tersebut sejalan dengan pesan Dekan FTIK bahwa Al-Qur’an perlu dihadirkan sebagai pedoman hidup yang membentuk cara berpikir dan perilaku.

Dengan demikian, Qur’an Conference bukan sekadar agenda peringatan milad, melainkan bagian dari ikhtiar membangun generasi akademik yang dekat dengan Al-Qur’an, terbuka terhadap pengembangan ilmu, dan mampu menerjemahkan nilai-nilai Qur’ani ke dalam tindakan nyata.