PBAK Fakultas Hari Pertama Dilaksanakan! FTIK Sambut Mahasiswa Baru dengan Semangat Kekeluargaan
20/08/2026 2026-08-20 16:20PBAK Fakultas Hari Pertama Dilaksanakan! FTIK Sambut Mahasiswa Baru dengan Semangat Kekeluargaan
PBAK Fakultas Hari Pertama Dilaksanakan! FTIK Sambut Mahasiswa Baru dengan Semangat Kekeluargaan
Purwokerto, 20/08/2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK 2026, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman FTIK tersebut dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh mahasiswa baru FTIK.
PBAK Fakultas menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi. Setelah sebelumnya mengikuti pengenalan di tingkat universitas, mahasiswa baru pada tahap ini diarahkan untuk mengenal lebih dekat lingkungan FTIK, mulai dari struktur kelembagaan, sistem akademik, kehidupan kemahasiswaan, hingga nilai dan tradisi yang berkembang di lingkungan fakultas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan mahasiswa baru serta sambutan dari jajaran pimpinan dan perwakilan mahasiswa. Ketua panitia PBAK FTIK menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata dirancang sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk memperoleh bekal dalam menjalani kehidupan akademik.
“Saya harap kegiatan PBAK FTIK ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi juga kalian dapat menyerap ilmu-ilmu yang nanti akan diberikan oleh pemateri-pemateri yang luar biasa, dan ilmu-ilmu itu nantinya akan berguna untuk kalian untuk menempuh perkuliahan di FTIK,” ujar Ketua Panitia.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DEMA FTIK menekankan bahwa PBAK Fakultas memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar memperkenalkan lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami sistem akademik sekaligus membangun kedekatan dengan sesama mahasiswa dalam satu lingkungan fakultas.
“Harapannya dalam PBAK Fakultas, kalian lebih mengenal lingkungan fakultas mulai dari sistem akademik, mulai dari perkuliahan, mulai dari penjadwalan kuliah, dan banyak hal lainnya yang nanti akan disampaikan pada saat pematerian,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa PBAK Fakultas menjadi momentum untuk membangun chemistry antarmahasiswa baru di lingkungan FTIK.
“PBAK Fakultas tidak hanya terfokus pada ranah itu saja, tapi juga sebagai salah satu upaya untuk membangun chemistry angkatan dalam fakultas kita. Harapannya kalian semakin kuat dalam fakultas sendiri, khususnya di FTIK,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., mengajak mahasiswa baru memahami makna PBAK secara lebih mendalam. Menurutnya, budaya akademik tidak berhenti pada pengenalan gedung, pejabat fakultas, maupun prosedur administratif, tetapi mencakup cara mahasiswa memahami dan menjalani kehidupan akademiknya.
Beliau menjelaskan bahwa setidaknya terdapat empat hal penting dalam memahami budaya akademik, yakni struktur, sistem, tradisi, dan nilai.

“Kalau bicara budaya, akan bicara struktur. Yang kedua, bicara tentang sistem. Yang ketiga, bicara tradisi. Yang keempat, bicara nilai,” jelas Prof. Fauzi.
Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami struktur FTIK agar mengetahui siapa yang memiliki tugas dan kewenangan dalam setiap urusan akademik maupun kemahasiswaan.
“Anda masuk di Fakultas Tarbiyah ini harus kenal struktur. Struktur itu bicara tentang siapa, bertugas apa, job-nya apa, saya harus berhubungan dengan siapa ketika ada sebuah urusan. Jangan keliru, harus paham struktur,” tegasnya.
Pemahaman terhadap struktur tersebut, lanjut Dekan, berkaitan erat dengan pemahaman terhadap sistem. Mahasiswa perlu mengetahui bagaimana aturan akademik, proses perkuliahan, hingga mekanisme pelayanan di lingkungan fakultas agar dapat menjalani studi dengan baik.
Tidak kalah penting, mahasiswa juga didorong untuk membangun tradisi akademik yang positif. Prof. Fauzi mengingatkan agar mahasiswa tidak memaknai kehidupan perkuliahan hanya sebatas datang ke kampus ketika ada jadwal kuliah.
“Anda harus kenali bagaimana punya tradisi, punya kebiasaan baik sebagai seorang akademisi, seorang mahasiswa calon-calon sarjana, calon-calon pendidik masa depan,” pesannya.
Beliau mendorong mahasiswa baru untuk belajar dari lingkungan dan orang-orang yang memiliki kebiasaan positif.
“Kalau Anda ingin jadi orang sukses, bergaulah, bertemanlah dengan orang sukses. Kalau Anda ingin jadi orang baik, cari, temui, berkawanlah dengan orang baik,” ungkapnya.
Pada bagian lain sambutannya, Prof. Fauzi menggunakan ilustrasi seorang mahasiswa bernama “Budi” yang salah masuk ruang kuliah karena tidak memahami lingkungan akademiknya. Kisah tersebut menggambarkan bahwa pengenalan terhadap lingkungan kampus bukan persoalan sepele. Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui ruang kuliah, struktur fakultas, program studi, sistem perkuliahan, hingga berbagai fasilitas yang tersedia. Pemahaman tersebut akan membantu mahasiswa beradaptasi dari kehidupan sekolah menuju kehidupan perguruan tinggi. Lebih jauh, Beliau mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalani kehidupan kampus dengan perspektif yang terlalu sempit.
“Jangan jadi mahasiswa yang pakai kacamata kuda,” pesannya.
mahasiswa perlu memiliki pandangan yang luas terhadap masa depan, sembari tetap belajar dari pengalaman masa lalu.
“Kaca depan adalah luas, maka Anda harus lihat masa depan seluas kita melihat dunia ini. Sekali waktu boleh menggunakan spion untuk melihat kanan-kiri dan latar belakang kita, tapi jangan terlalu lama melihat spion,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari ajakan kepada mahasiswa baru agar menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk membangun masa depan, bukan sekadar menyelesaikan kewajiban akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTIK juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, DEMA, serta pihak-pihak yang telah mempersiapkan PBAK FTIK 2026. Ia meminta seluruh panitia menjadikan pelayanan kepada mahasiswa baru sebagai prioritas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Saya berharap semua panitia untuk bekerja dengan baik, layani adik-adiknya dengan semangat, penuh keramahan. Nggak usah dengan cara-cara yang kekerasan itu tidak boleh. Ramah, senyum, kekeluargaan, itulah ciri fakultas kita,” tegas Prof. Fauzi.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan mahasiswa baru selama mengikuti rangkaian PBAK.
“Jika ada yang sakit, tolong jangan dipaksa. Kalau sakit, segera lapor. Kalau ada yang punya persoalan dengan kesehatan, lapor, akan kami beri dispensasi khusus,” ujarnya.
Menurutnya, PBAK hanyalah bagian kecil dari keseluruhan proses panjang pendidikan mahasiswa di perguruan tinggi. Karena itu, kegiatan pengenalan harus dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan peserta.
“PBAK itu hanya bagian kecil dari seluruh rangkaian proses belajar Anda, jangan bikin sesuatu yang mudarat bagi diri Sampean semuanya,” pesannya.
Hari pertama PBAK FTIK 2026 pun menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal rumah akademiknya lebih dekat. Tidak hanya mengenal siapa dosen dan pejabat fakultas, tetapi juga memahami bagaimana menjadi bagian dari komunitas akademik FTIK.
Dengan penuh semangat rangkaian PBAK diharapkan mampu mengantarkan mahasiswa baru melewati masa transisi dari bangku sekolah menuju dunia perguruan tinggi dengan lebih siap, percaya diri, dan memiliki kesadaran untuk tumbuh sebagai calon pendidik yang berilmu, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan akademiknya.