Rapat Koordinasi Pematangan PBAK FTIK 2026 berlangsung! Tekankan Panduan, Kedisiplinan, dan Pengalaman Mahasiswa Baru FTIK
10/08/2026 2026-08-10 14:28Rapat Koordinasi Pematangan PBAK FTIK 2026 berlangsung! Tekankan Panduan, Kedisiplinan, dan Pengalaman Mahasiswa Baru FTIK
Rapat Koordinasi Pematangan PBAK FTIK 2026 berlangsung! Tekankan Panduan, Kedisiplinan, dan Pengalaman Mahasiswa Baru FTIK
Purwokerto,10/08/2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto terus mematangkan persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK 2026. Pematangan dilakukan melalui rapat koordinasi yang berlangsung pada pukul 08.30–10.00 WIB di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim.
Rapat tersebut membahas berbagai aspek penyelenggaraan PBAK, mulai dari penyusunan panduan dan rundown, materi akademik, pengenalan program studi dan organisasi kemahasiswaan, pembagian lokasi kegiatan, faculty tour, hingga kesiapan fasilitas, dokumentasi, kebersihan, dan administrasi kepanitiaan.
Dalam rapat, Dekan FTIK Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menekankan agar PBAK tidak disiapkan hanya sebagai kegiatan rutin penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, perlu ada formulasi yang lebih terarah dan berkualitas sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman awal yang benar-benar bermakna ketika memasuki lingkungan perguruan tinggi.
“pengalaman mengenai pelaksanaan PBAK yang lalu dapat menjadi bahan untuk membuat sebuah trobosan terhadap pelaksamaan PBAK tahun ini, jadi lebih qualified.”
Salah satu poin yang mendapat perhatian adalah penyusunan Panduan PBAK FTIK 2026. beliau menilai keberadaan panduan penting agar seluruh rangkaian kegiatan memiliki pijakan yang jelas, termasuk ketentuan yang belum tercantum dalam aturan sebelumnya.
Panduan tersebut diarahkan untuk memuat berbagai hal yang bersifat normatif, seperti tata tertib, hak dan kewajiban peserta, ketentuan kegiatan, serta mekanisme lain yang diperlukan selama PBAK berlangsung.
Dalam pembahasan, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., juga meminta agar panduan tidak dibuat sekadar sebagai pelengkap administrasi.
“Silahkan membuat panduan PBAK Fakultas, supaya peserta PBAK mengetahui apa saja yang akan dilaksanakan, tempatnya dimana, serta apa saja batasan yang boleh dan/atau tidak diperbolehkan pada saat PBAK berlangsung.”
Menurutnya, panduan harus memiliki kredibilitas sehingga dapat menjadi rujukan apabila muncul pertanyaan mengenai ketentuan yang diterapkan dalam PBAK. Dengan demikian, panitia memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian terhadap persoalan teknis yang mungkin muncul selama pelaksanaan, tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana mahasiswa baru dapat memperoleh gambaran utuh mengenai kehidupan akademik di FTIK. Materi yang disiapkan tidak hanya berkaitan dengan pengenalan fakultas, tetapi juga Administrasi Akademik, pedoman akademik, tugas akhir, ujian komprehensif, pengenalan program studi, organisasi kemahasiswaan, hingga lingkungan fakultas.

Materi Administrasi Akademik Fakultas, misalnya, diarahkan agar tidak hanya membahas administrasi perkuliahan, tetapi juga memperkenalkan pedoman akademik hingga tahapan tugas akhir.
Sementara itu, pengenalan program studi akan diberikan sesuai dengan pembagian lokasi peserta. Mahasiswa baru juga akan diperkenalkan dengan SEMA FTIK, DEMA FTIK, dan organisasi kemahasiswaan lainnya.
Rangkaian tersebut dilengkapi dengan faculty tour untuk memperkenalkan berbagai fasilitas yang akan digunakan mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
Dalam pembahasan faculty tour, panitia diminta memastikan mahasiswa baru mengenal lokasi ruang perkuliahan dengan baik. Hal ini dianggap penting karena mahasiswa nantinya akan mengikuti pembelajaran di berbagai gedung.
Sejumlah ruang dan fasilitas yang dibahas antara lain ruang perkuliahan di beberapa gedung, smart class, laboratorium musik dan kreativitas, laboratorium microteaching, laboratorium komputer, serta perpustakaan.
Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menekankan bahwa kegiatan tersebut jangan hanya menjadi perjalanan berkeliling fakultas, tetapi benar-benar memberikan informasi praktis kepada mahasiswa.
“Pastikan mahasiswa mengetahui gedung mana saja yang akan ditempati pada saat perkuliahan sudah berlangsung nantinya.”
Dengan demikian, mahasiswa baru diharapkan tidak lagi kebingungan ketika memperoleh jadwal perkuliahan yang mencantumkan gedung atau ruang tertentu.
Setelah kegiatan Ishoma, peserta direncanakan diarahkan ke sejumlah lokasi berdasarkan program studi. Dalam rancangan yang dibahas, PAI dan MPI ditempatkan di Auditorium, TMA dan TBI di Masjid, sedangkan PGMI, PBA, dan PIAUD di GSC.
Pembagian tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan pengenalan program studi serta pengenalan organisasi mahasiswa.
Penggunaan masjid dalam rangkaian PBAK juga mendapat perhatian. Masukan dari pengurus takmir disampaikan agar peserta yang menggunakan masjid menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah setelah kegiatan.
Selain itu, mahasiswa laki-laki juga diharapkan dapat mengikuti salat berjamaah ketika berada di lingkungan masjid.
“Sekalipun misalkan wudhunya di FTIK, kita arahkan supaya mahasiswa dapat mengikuti jamaa’ah di masjid.”
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya agar PBAK tidak hanya mengenalkan aspek akademik, tetapi juga membangun kebiasaan dan etika mahasiswa dalam menggunakan fasilitas kampus.
Selain substansi kegiatan, rapat juga memberikan perhatian pada aspek teknis dan administrasi. Panitia diingatkan untuk menyiapkan daftar hadir, penerimaan konsumsi, dokumentasi, perlengkapan, serta berbagai bukti administrasi pengeluaran.
Kebutuhan dokumentasi seperti kamera, lensa, dan drone turut dibahas. Demikian pula kebutuhan dekorasi, kostum, panggung, dan sound system.
Panitia diminta memastikan setiap transaksi memiliki bukti yang sesuai, termasuk faktur atau dokumen perpajakan untuk transaksi tertentu. Penekanan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tertib administrasi.
Aspek kebersihan juga menjadi perhatian khusus. Panitia diminta menunjuk petugas yang bertanggung jawab terhadap kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Wakil Dekan 2 FTIK Dr. Nurfuadi, M.Pd.I memberikan penegasan agar kegiatan PBAK tidak meninggalkan persoalan sampah di lingkungan fakultas.
“Harus ada panitia yang diberikan tanggungjawab untuk mengkoordinir terkait kebersihan. Kita tidak ingin ada sampah berserakan.”
Toilet dan tempat wudu juga dipastikan dalam kondisi siap digunakan. Selain itu, ruang transit bagi narasumber telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya FTIK mematangkan seluruh aspek penyelenggaraan PBAK FTIK 2026. Pembahasan yang dilakukan menunjukkan bahwa persiapan tidak hanya diarahkan pada kelancaran acara, tetapi juga pada bagaimana mahasiswa baru memperoleh pengalaman awal yang terstruktur mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
Mulai dari panduan, materi, pengenalan program studi, organisasi mahasiswa, faculty tour, hingga fasilitas dan administrasi, seluruh unsur dipersiapkan agar saling mendukung.
Pesan utama yang mengemuka dalam rapat adalah bahwa PBAK FTIK 2026 harus dirancang secara lebih matang, tertib, dan berkualitas, tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai pintu masuk mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik dan kehidupan kemahasiswaan di FTIK.