Skip to main content

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

FTIK UIN Saizu Perkuat Tata Kelola PKA/RPL PIAUD melalui FGD Bersama FKIP UMP

DSC09588
BeritaPendidikan Islam Anak Usia Dini

FTIK UIN Saizu Perkuat Tata Kelola PKA/RPL PIAUD melalui FGD Bersama FKIP UMP

Purwokerto, 07/08/2026 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto terus memperkuat kesiapan institusi dalam menyelenggarakan Program Pengakuan Kompetensi Akademik/Rekognisi Pembelajaran Lampau (PKA/RPL) Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Kegiatan PKA/RPL Prodi PIAUD Program Kemendikdasmen RI. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) mulai pukul 13.00 WIB di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim FTIK tersebut menghadirkan jajaran pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan program RPL.

Forum ini menjadi ruang strategis bagi FTIK untuk memperoleh berbagai praktik baik (best practices) dari perguruan tinggi yang telah lebih dahulu melaksanakan program RPL. Melalui diskusi yang berlangsung secara terbuka dan interaktif, para peserta membahas berbagai aspek penyelenggaraan program, mulai dari tata kelola kelembagaan, rekognisi pengalaman belajar, mekanisme konversi satuan kredit semester (SKS), pengelolaan portofolio mahasiswa, pemanfaatan sistem informasi akademik, hingga tata kelola keuangan yang sesuai dengan regulasi Program Kemendikdasmen.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FKIP UMP Dr. H. Hassan, M.Si. beserta ketua program studi. Sementara dari FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto hadir Dekan Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., para wakil dekan, ketua dan sekretaris Program Studi PIAUD, Kabag TU FTIK, tenaga kependidikan, serta tim yang akan terlibat dalam penyelenggaraan Program PKA/RPL.

Membuka kegiatan, Dekan FTIK Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan FKIP UMP yang bersedia berbagi pengalaman kepada FTIK. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan langkah penting dalam membangun tata kelola akademik yang baik, terlebih bagi FTIK yang pada tahun ini memperoleh amanah untuk pertama kalinya menyelenggarakan Program PKA/RPL PIAUD.

Ia menjelaskan bahwa sebagai penyelenggara baru, FTIK memerlukan banyak pembelajaran dari perguruan tinggi yang telah lebih dahulu menjalankan program tersebut sehingga proses implementasi dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Dekan FKIP UMP beserta ketua program studi. Kehadiran Bapak pada siang hari ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk belajar. Program PKA/RPL ini merupakan pengalaman perdana bagi FTIK, sehingga kami harus banyak menimba pengalaman dari perguruan tinggi yang sudah lebih dahulu menyelenggarakannya,” ujar Prof. Fauzi.

Menurutnya, penyelenggaraan PKA/RPL bukan sekadar membuka layanan akademik baru, tetapi juga menuntut kesiapan institusi dalam menyusun sistem tata kelola yang komprehensif dan sesuai regulasi. Oleh karena itu, FTIK ingin memperoleh gambaran utuh mengenai seluruh tahapan penyelenggaraan, mulai dari proses penerimaan mahasiswa hingga penyelesaian studi.

“Kami ingin memahami bagaimana sistem konversi pengalaman belajar menjadi SKS, bagaimana penyusunan portofolio, bagaimana format transkrip akademik, bagaimana pengelolaan sistem informasi akademiknya, sampai tata kelola keuangan agar semuanya sesuai dengan regulasi. Hal-hal teknis seperti inilah yang ingin kami pelajari melalui forum ini,” ungkapnya.

Prof. Fauzi menambahkan bahwa petunjuk teknis yang diterbitkan pemerintah memberikan kerangka umum penyelenggaraan program, namun implementasi di tingkat perguruan tinggi tetap membutuhkan penyesuaian melalui berbagai kebijakan akademik dan administratif. Karena itu, pengalaman perguruan tinggi yang telah lebih dahulu melaksanakan program menjadi referensi yang sangat penting.

Ia berharap FGD tersebut mampu menghasilkan berbagai rekomendasi yang dapat menjadi pijakan bagi FTIK dalam membangun sistem penyelenggaraan PKA/RPL yang profesional, akuntabel, serta mampu memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Dekan FKIP UMP menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FTIK untuk menjadikan FKIP UMP sebagai mitra berbagi pengalaman. Ia menegaskan bahwa forum tersebut bukanlah ruang untuk menggurui, melainkan wadah berbagi praktik baik yang selama ini telah dijalankan FKIP UMP dalam mengelola Program RPL.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa FKIP UMP telah menyelenggarakan RPL sejak skema mandiri pada tahun-tahun sebelumnya sebelum kemudian dipercaya melaksanakan Program RPL afirmasi dari Kemendikdasmen. Pengalaman tersebut memberikan banyak pembelajaran mengenai penyusunan sistem akademik, administrasi, hingga tata kelola kelembagaan.

Tim FKIP UMP menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan RPL adalah proses rekognisi pengalaman belajar peserta menjadi capaian pembelajaran yang kemudian dikonversi ke dalam satuan kredit semester. Oleh karena itu, penyusunan portofolio menjadi tahapan yang sangat penting karena menjadi dasar dalam menentukan pengakuan kompetensi yang dimiliki mahasiswa.

Dalam sesi diskusi, dijelaskan bahwa proses penyusunan portofolio tidak hanya dilakukan dengan menerima dokumen dari mahasiswa, tetapi juga melalui proses pendampingan agar seluruh pengalaman profesional, aktivitas kemasyarakatan, maupun kompetensi yang dimiliki peserta dapat terdokumentasikan secara lengkap sesuai dengan panduan yang berlaku.

Selain membahas aspek akademik, narasumber juga menguraikan pengelolaan sistem informasi akademik yang digunakan dalam mendukung penyelenggaraan program. Pengalaman FKIP UMP menunjukkan bahwa integrasi mahasiswa RPL ke dalam sistem akademik dan Learning Management System (LMS) menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas layanan pembelajaran.

Melalui LMS, seluruh aktivitas akademik mulai dari distribusi materi, pembelajaran sinkron dan asinkron, penugasan, evaluasi, hingga penilaian dapat terdokumentasi secara sistematis. Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa RPL yang sebagian besar telah aktif bekerja sebagai guru.

Diskusi kemudian berkembang pada mekanisme konversi mata kuliah dan penyusunan kurikulum. Tim FKIP UMP menjelaskan bahwa pelaksanaan Program RPL afirmasi mengharuskan perguruan tinggi melakukan penyesuaian terhadap panduan konversi yang telah dimiliki sebelumnya agar selaras dengan ketentuan Kemendikdasmen. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembahasan yang mendapat perhatian besar dari peserta FGD.

Berbagai contoh implementasi juga disampaikan, termasuk pengalaman dalam mendampingi mahasiswa untuk melengkapi bukti-bukti portofolio sehingga pengalaman yang dimiliki benar-benar dapat direkognisi sebagai bagian dari capaian pembelajaran. Pendekatan pendampingan tersebut dinilai penting agar proses rekognisi tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen semata, tetapi benar-benar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi yang dimiliki.

Aspek lain yang menjadi perhatian dalam FGD adalah tata kelola keuangan program. Tim FKIP UMP memaparkan secara rinci pengalaman menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), mekanisme penggunaan anggaran, komponen pembiayaan yang diperbolehkan, hingga proses pertanggungjawaban kepada kementerian.

Dalam diskusi dijelaskan bahwa penyusunan RAB harus benar-benar mengacu pada ketentuan yang berlaku karena setiap komponen pembiayaan memiliki batasan yang jelas. Pengelolaan anggaran harus diarahkan untuk mendukung keseluruhan proses akademik, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan pembelajaran, hingga penyelenggaraan evaluasi.

Pengalaman FKIP UMP mengenai berbagai penyesuaian anggaran, revisi RAB, serta strategi agar pelaksanaan program tetap sesuai regulasi menjadi masukan yang sangat berharga bagi tim FTIK. Pembahasan tersebut berlangsung cukup intens karena menyangkut aspek akuntabilitas dalam pengelolaan dana program pemerintah.

Selain persoalan administrasi dan keuangan, FGD juga membahas berbagai tantangan implementasi di lapangan. Di antaranya adalah karakteristik mahasiswa RPL yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran daring, penyusunan jadwal perkuliahan yang fleksibel, hingga strategi pendampingan penyelesaian tugas akhir.

Tim FKIP UMP juga membagikan pengalaman mengenai pelaksanaan orientasi akademik bagi mahasiswa RPL, pemanfaatan pembelajaran sinkron dan asinkron, serta pentingnya komunikasi yang intensif antara pengelola program, dosen pengampu, dan mahasiswa agar seluruh tahapan akademik dapat berjalan sesuai target.

Suasana FGD berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan, masukan, dan pengalaman dari peserta memperkaya pembahasan sehingga forum tidak hanya menjadi ajang penyampaian materi, tetapi juga ruang dialog yang produktif antara kedua institusi. Berbagai contoh dokumen akademik, mekanisme konversi, hingga praktik pengelolaan sistem informasi turut dibagikan sebagai referensi yang dapat diadaptasi oleh FTIK.

Bagi FTIK, forum ini menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk memastikan bahwa penyelenggaraan Program PKA/RPL tidak hanya memenuhi ketentuan administratif, tetapi juga mampu menghadirkan layanan akademik yang berkualitas. Melalui penguatan tata kelola sejak tahap persiapan, FTIK berharap program tersebut dapat berjalan secara efektif, transparan, dan memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi guru PAUD.

Menutup kegiatan, Prof. Fauzi kembali menegaskan bahwa semangat utama yang dibangun melalui FGD ini adalah kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Kami memperoleh banyak pembelajaran yang sangat berharga dari forum ini. Apa yang telah dibagikan oleh FKIP UMP akan menjadi referensi penting bagi FTIK dalam membangun tata kelola Program PKA/RPL yang profesional, akuntabel, dan sesuai regulasi. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin sehingga masing-masing perguruan tinggi dapat saling menguatkan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Melalui FGD tersebut, FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menegaskan kesiapannya untuk terus melakukan penguatan kelembagaan dan tata kelola akademik sebagai fondasi dalam menyukseskan pelaksanaan Program PKA/RPL PIAUD Program Kemendikdasmen RI, sekaligus menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.