Mahasiswi MPI FTIK UIN Saizu Tembus Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026, Bawa Misi Literasi dan Pemberdayaan Perempuan
29/07/2026 2026-08-03 1:06Mahasiswi MPI FTIK UIN Saizu Tembus Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026, Bawa Misi Literasi dan Pemberdayaan Perempuan
Mahasiswi MPI FTIK UIN Saizu Tembus Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026, Bawa Misi Literasi dan Pemberdayaan Perempuan
Purwokerto, 29/07/2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Rahmah Aziza, mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), berhasil menembus Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026, sebuah ajang yang tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kepemimpinan, intelektualitas, serta kontribusi sosial para finalis.
Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026 diselenggarakan di TATV Solo, Sabtu (2/8/2026). Pada ajang tersebut, Rahmah membawa program advokasi bertajuk Aksi Lentera (Literasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Perempuan) sebagai bentuk komitmennya dalam menghadirkan perubahan positif melalui pendidikan dan gerakan literasi di masyarakat.
Bagi Rahmah, keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut bukan sekadar mengejar gelar, melainkan menjadi ruang untuk memperluas kebermanfaatan serta mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pendidikan, khususnya bagi perempuan dan anak.
“Saya percaya bahwa perempuan bukan hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Melalui Aksi Lentera, saya ingin menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata,” ungkap Rahmah.
Mahasiswi asal Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara itu dikenal aktif mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun organisasi. Selama menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam FTIK UIN Saizu, Rahmah terlibat dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya Senat Mahasiswa FTIK, Duta Program Studi MPI, Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ibrahim, hingga dipercaya sebagai Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Cabang IMM Banyumas periode 2026–2027.
Selain pengalaman organisasi, Rahmah juga memiliki rekam jejak kepemimpinan melalui berbagai kegiatan nasional sebagai ketua panitia maupun sekretaris pelaksana. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan komunikasi, manajemen organisasi, kepemimpinan, serta kepekaan sosial yang menjadi bekal penting dalam mengikuti ajang Miss Hijab Jawa Tengah.
Di tengah aktivitas akademik dan organisasi, Rahmah tetap konsisten mengembangkan budaya literasi. Ia membiasakan diri menulis sedikitnya satu artikel setiap bulan yang dipublikasikan melalui blog pribadinya. Baginya, membaca dan menulis merupakan cara untuk membangun gagasan sekaligus memberikan inspirasi kepada masyarakat.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya belajar teori, tetapi juga belajar hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Kecintaannya terhadap dunia literasi juga mengantarkannya aktif sebagai penulis artikel dan jurnal ilmiah, sekaligus dipercaya menjadi moderator seminar serta pemateri dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Prestasi Rahmah sebenarnya telah dimulai sejak masih duduk di bangku Madrasah Aliyah. Pada tahun 2021, ia berhasil meraih Medali Emas dan Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional Pendidikan Agama Islam (OSN PAI) Tingkat Nasional. Di bangku perguruan tinggi, prestasinya terus berkembang melalui aktivitas organisasi, kepemimpinan, dan kini berhasil melangkah sebagai finalis Miss Hijab Jawa Tengah 2026.
Keikutsertaan Rahmah dalam ajang tersebut semakin bermakna karena setiap finalis diwajibkan membawa program advokasi yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Rahmah memilih menghadirkan Aksi Lentera (Literasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Perempuan), sebuah gerakan yang bertujuan meningkatkan budaya membaca, memperluas akses pendidikan, serta memperkuat pemberdayaan perempuan melalui kolaborasi lintas sektor.
Nama “Lentera” dipilih sebagai simbol cahaya yang mampu menerangi kehidupan melalui pendidikan dan pengetahuan. Menurut Rahmah, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat sehingga peningkatan kualitas perempuan harus dimulai dari pendidikan dan literasi.
Sebelum menyusun program tersebut, Rahmah melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat agar setiap kegiatan yang dirancang memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan, serta memberikan dampak yang berkelanjutan.
Salah satu program unggulan Aksi Lentera ialah Gelar Baca, sebuah gerakan literasi hasil kolaborasi bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara. Program tersebut bertujuan meningkatkan minat baca anak-anak sekaligus memperluas akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas.
Tidak hanya itu, Rahmah juga menginisiasi kampanye digital melalui gerakan #OneDayOneEducation yang secara konsisten membagikan konten edukasi, motivasi, kepemimpinan, serta penguatan peran perempuan melalui media sosial.
Keseriusan advokasi tersebut juga dibuktikan melalui audiensi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara guna membangun sinergi dalam pelaksanaan program.
“Bismillah, ini adalah ikhtiar besar untuk menghadirkan gerakan yang benar-benar bermanfaat. Saya berharap Aksi Lentera dapat menjadi ruang tumbuh yang aman bagi perempuan dan anak-anak, sekaligus menghadirkan harapan melalui pendidikan dan literasi,” katanya.
Dekan FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian Rahmah yang dinilai mencerminkan karakter mahasiswa FTIK yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta keberanian menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keikutsertaan Rahmah pada Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah menjadi bukti bahwa mahasiswa FTIK mampu mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“FTIK selalu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi secara utuh. Prestasi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Apa yang dilakukan Rahmah melalui Aksi Lentera merupakan contoh nyata bagaimana mahasiswa mampu menjadi agen transformasi sosial melalui pendidikan, literasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Prof. Fauzi.
beliau berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar terus berani mengambil peluang, mengembangkan kapasitas diri, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap semakin banyak mahasiswa FTIK yang tampil di ruang-ruang publik, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. Prestasi harus berjalan seiring dengan karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian sehingga lulusan FTIK benar-benar mampu menjadi pemimpin perubahan di masa depan,” tambahnya.
Bagi FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, pencapaian Rahmah Aziza menjadi cerminan keberhasilan pembinaan kemahasiswaan yang selama ini terus dikembangkan. Fakultas tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi, membangun jejaring, mengembangkan kepemimpinan, serta melahirkan berbagai inovasi sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keikutsertaan Rahmah dalam Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa FTIK untuk terus berkarya, berprestasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa melalui ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.