SIGMA UIN Saizu Gelar Latihan Tari Perdana, Mahasiswa Tadris Matematika Antusias Lestarikan Budaya
11/04/2026 2026-04-13 8:24SIGMA UIN Saizu Gelar Latihan Tari Perdana, Mahasiswa Tadris Matematika Antusias Lestarikan Budaya
SIGMA UIN Saizu Gelar Latihan Tari Perdana, Mahasiswa Tadris Matematika Antusias Lestarikan Budaya
Purwokerto, 11/04/2026 – Upaya menghadirkan ruang ekspresi kreatif di tengah padatnya aktivitas akademik terus dilakukan mahasiswa. Melalui Divisi AKSIOMA, Komunitas Aksi Generasi Matematika (SIGMA) sukses menyelenggarakan pertemuan perdana agenda tari pada Sabtu (11/4/2026) di Ruang B2 Gedung B UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini menjadi pembuka dari rangkaian tiga kali pertemuan yang dirancang secara bertahap dan sistematis. Tidak hanya diikuti oleh anggota SIGMA, kegiatan ini juga terbuka bagi seluruh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika, sehingga menciptakan ruang inklusif bagi siapa saja yang ingin belajar seni tari, bahkan dari nol.
Sejak awal kegiatan, suasana ruang latihan tampak hidup dengan antusiasme peserta yang tinggi. Mereka mengikuti setiap arahan dengan penuh semangat, meskipun sebagian besar belum memiliki latar belakang tari. Hal ini sejalan dengan konsep yang diusung panitia, yakni “belajar bersama dari nol”, yang menekankan proses, kebersamaan, dan keberanian untuk mencoba hal baru.
Pada pertemuan perdana ini, peserta difokuskan pada penguasaan gerakan dasar dari Tarian Permainan Tradisional: Dolanan Indonesia. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teknik gerak, tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional yang dikemas secara artistik dalam bentuk tari.
Perwakilan Divisi AKSIOMA menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dirancang dengan alur pembelajaran yang berjenjang. “Hari ini kita fokus pada dasar, kemudian pada agenda kedua akan masuk ke tahap formasi, dan diakhiri dengan pematangan pada pertemuan ketiga. Harapannya, teman-teman bisa mengikuti proses ini secara utuh dan merasakan perkembangan kemampuan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa agenda tari ini tidak sekadar menjadi wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kebersamaan antar-mahasiswa. Di tengah rutinitas perkuliahan yang sarat dengan logika dan angka, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana relaksasi yang positif dan menyegarkan.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang kemampuan turut memperkaya dinamika kegiatan. Interaksi yang terjalin selama latihan menunjukkan bahwa seni mampu menjadi jembatan yang menyatukan, sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan akademik.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi awal perjalanan para mahasiswa dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya melalui seni tari. Ke depan, SIGMA berharap agenda ini dapat terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya sebagai kegiatan internal, tetapi juga mampu tampil dalam berbagai kesempatan sebagai representasi kreativitas mahasiswa Tadris Matematika FTIK.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa tidak hanya diajak untuk berpikir logis dalam ranah akademik, tetapi juga diajak merasakan harmoni gerak dan makna budaya, sebagai bagian dari pembentukan karakter yang utuh dan berimbang.
