Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

MJHQ Hadirkan Pojok Baca, Perkuat Budaya Literasi dan Ruang Diskusi Mahasiswa FTIK

2m
Berita

MJHQ Hadirkan Pojok Baca, Perkuat Budaya Literasi dan Ruang Diskusi Mahasiswa FTIK

Purwokerto, 9 April 2026 — Komunitas Majelis Jam’iah Hufadz Wal Qurra (MJHQ) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya literasi di lingkungan kampus melalui program “Pojok Baca” yang digelar di kawasan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang membaca, tetapi juga berkembang sebagai wadah interaksi intelektual dan penguatan nilai-nilai keilmuan di kalangan mahasiswa.

Program tersebut dilaksanakan dalam dua kesempatan, yakni pada Kamis, 12 Maret 2026 yang bertempat di depan LK FTIK, serta Kamis, 9 April 2026 di samping LK FTIK. Kedua kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan terbuka bagi seluruh mahasiswa, baik anggota MJHQ maupun umum. Pojok Baca MJHQ merupakan inisiatif yang digagas oleh divisi pendidikan bersama divisi pengembangan organisasi sebagai respons atas kebutuhan ruang belajar alternatif di lingkungan kampus. Dengan konsep sederhana, stand yang disediakan menghadirkan suasana yang tenang dan nyaman, sehingga mendukung mahasiswa untuk membaca secara santai namun tetap fokus.

Berbagai bahan bacaan disediakan dalam kegiatan ini, mulai dari buku keislaman, pengembangan diri, hingga literatur umum yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Pengunjung juga diberikan kebebasan untuk membawa buku pribadi, menjadikan pojok baca ini sebagai ruang terbuka yang inklusif dan fleksibel. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, pojok ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi ringan. Mahasiswa yang hadir kerap terlibat dalam percakapan intelektual, bertukar ide, serta membahas berbagai isu akademik maupun keagamaan. Interaksi semacam ini dinilai penting dalam membangun budaya berpikir kritis dan memperluas perspektif keilmuan mahasiswa.

Menariknya, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi murojaah bersama, yang menjadi ciri khas dari MJHQ sebagai komunitas penghafal Al-Qur’an. Dalam sesi tersebut, peserta saling menyimak dan mengulang hafalan dalam suasana kebersamaan, sehingga tidak hanya memperkuat kualitas hafalan, tetapi juga menumbuhkan semangat kolektif dalam menjaga Al-Qur’an.

Secara tujuan, Pojok Baca MJHQ diarahkan untuk meningkatkan minat baca mahasiswa yang dinilai masih perlu diperkuat di tengah arus digitalisasi yang cenderung menggeser budaya literasi konvensional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan ruang diskusi ilmiah yang lebih hidup di lingkungan organisasi mahasiswa. Dari sisi manfaat, kehadiran pojok baca ini mampu memperkuat interaksi intelektual antar mahasiswa melalui diskusi dan berbagi gagasan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pengembangan soft skills, seperti kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat.

Lebih jauh, Pojok Baca MJHQ menjadi representasi dari gerakan literasi berbasis komunitas yang tumbuh dari inisiatif mahasiswa sendiri. Di tengah keterbatasan fasilitas formal, program ini menunjukkan bahwa ruang belajar tidak harus selalu berada di dalam kelas, melainkan dapat dihadirkan secara kreatif di ruang-ruang terbuka kampus. Kehadiran kegiatan ini juga memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan akademik. Melalui program yang sederhana namun berdampak, MJHQ berhasil menghadirkan ekosistem belajar yang tidak hanya berorientasi pada akademik formal, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan jejaring sosial mahasiswa.

Dengan antusiasme peserta yang terus meningkat dalam setiap pelaksanaannya, Pojok Baca MJHQ diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan. Ke depan, kegiatan ini berpotensi untuk dikembangkan dengan variasi agenda yang lebih luas, seperti bedah buku, diskusi tematik, hingga kolaborasi lintas organisasi.

Melalui langkah ini, MJHQ tidak hanya menghadirkan ruang membaca, tetapi juga menanamkan semangat belajar sepanjang hayat, memperkuat tradisi intelektual, serta membangun generasi mahasiswa yang literat, reflektif, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.