Skip to main content

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

FTIK UIN SAIZU siap Sukseskan Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi Angkatan III 2026 melalui penyamaan persepsi bersama Dindikpora Banjarnegara

WhatsApp Image 2026-07-02 at 16.26.13
Berita

FTIK UIN SAIZU siap Sukseskan Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi Angkatan III 2026 melalui penyamaan persepsi bersama Dindikpora Banjarnegara

Purwokerto, 01/07/2026 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara menggelar kegiatan Penyamaan Persepsi Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi Angkatan III Tahun 2026, Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB – selesai di Aula Dindikpora Banjarnegara tersebut menjadi forum koordinasi untuk menyamakan pemahaman sebelum pelaksanaan Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi Angkatan III 2026.

Kegiatan dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Dindikpora Kabupaten Banjarnegara, pimpinan FTIK UIN SAIZU, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program asistensi mengajar dan magang terintegrasi.

Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas pendidikan di sekolah maupun madrasah. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam memahami dinamika penyelenggaraan pendidikan di lapangan.

Forum penyamaan persepsi dilaksanakan untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai tujuan program, mekanisme pelaksanaan, pembagian peran, serta pola koordinasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah mitra. Kesamaan persepsi tersebut dinilai penting agar seluruh tahapan program dapat berjalan secara terarah, efektif, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai aspek teknis pelaksanaan turut menjadi pembahasan, mulai dari mekanisme penempatan mahasiswa, proses pendampingan selama kegiatan berlangsung, hingga sistem monitoring dan evaluasi. Melalui koordinasi yang matang, diharapkan pelaksanaan Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi Angkatan III Tahun 2026 mampu berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Selain menjadi wadah koordinasi, kegiatan ini juga mempertegas pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kolaborasi yang terjalin antara FTIK UIN SAIZU dan Dindikpora Kabupaten Banjarnegara diharapkan mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa sebagai calon pendidik, tetapi juga bagi sekolah dan madrasah sebagai mitra pelaksanaan program.

Bagi mahasiswa, Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi menjadi ruang untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik nyata. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan mengajar, beradaptasi dengan budaya sekolah, membangun komunikasi dengan warga sekolah, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik di lingkungan satuan pendidikan.

Sementara itu, bagi sekolah dan madrasah mitra, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses pembelajaran, memperkuat berbagai program pendidikan, sekaligus menjadi ruang kolaborasi dalam pengembangan inovasi pembelajaran.

Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, FTIK UIN SAIZU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan. Dengan dukungan Dindikpora Kabupaten Banjarnegara serta seluruh mitra sekolah dan madrasah, Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi Angkatan III Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan calon pendidik yang profesional, adaptif, serta memiliki pengalaman lapangan yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.