Skip to main content

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Dorong Sinergi dan Penguatan Program, FTIK Gelar Rapat Koordinasi

WhatsApp Image 2026-09-08 at 13.56.49
Berita

Dorong Sinergi dan Penguatan Program, FTIK Gelar Rapat Koordinasi

Purwokerto, 08/09/2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Fakultas, bersama Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi (Sekprodi), dan tenaga kependidikan (Tendik) di lingkungan FTIK. Kegiatan berlangsung di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim, mulai pukul 08.15 WIB hingga selesai.

Rapat koordinasi menjadi forum bersama untuk menyampaikan perkembangan program kerja, memetakan berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi program studi, serta membangun koordinasi antara Pimpinan Fakultas, program studi, dan tenaga kependidikan. Sejumlah agenda strategis turut dibahas, antara lain penguatan mutu akademik, persiapan akreditasi, pelaksanaan kegiatan akademik, pengembangan kurikulum, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), hingga penguatan layanan pendukung program studi.

Mengawali rapat, Dekan FTIK Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., mengajak seluruh peserta untuk memaknai pekerjaan sebagai amanah dan bentuk pengabdian. Pesan tersebut disampaikan melalui refleksi atas QS At-Taubah ayat 105 yang mengingatkan bahwa setiap pekerjaan manusia akan dilihat dan dinilai.

“Tidak usah khawatir. Kita bekerja meskipun suasana sepi, tidak mendapat piala, tidak mendapat piagam, tidak mendapat pujian dari manusia, Allah akan menilai pekerjaan kita,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap amanah perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, dan integritas. Pekerjaan yang dilakukan dengan baik tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada Allah dan masyarakat.

Pesan tersebut juga dikaitkan dengan QS An-Najm ayat 39, wa an laisa lil-insani illa ma sa’a, bahwa manusia memperoleh apa yang telah diusahakannya. Karena itu, seluruh sivitas akademika FTIK didorong untuk terus berikhtiar dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan tugas masing-masing.

Dalam sesi koordinasi, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., memberikan kesempatan kepada masing-masing program studi untuk menyampaikan fokus kegiatan, perkembangan program, serta kendala yang membutuhkan solusi bersama.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), misalnya, menyampaikan sejumlah agenda yang sedang menjadi perhatian, termasuk persiapan dokumen dan data untuk kebutuhan mutu akademik serta rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Outcome-Based Education (OBE) dan restrukturisasi kurikulum.

Kegiatan FGD PAI direncanakan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang OBE dan pengembangan kurikulum. Forum tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap arah pengembangan kurikulum dan mutu pembelajaran program studi.

Sementara itu, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) melaporkan perkembangan sejumlah agenda, termasuk persiapan akreditasi, kendala dalam penelusuran data tracer study, serta perkembangan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Terkait RPL, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., meminta agar program studi segera menyiapkan koordinasi dengan dosen dan mahasiswa, termasuk pelaksanaan orientasi bagi mahasiswa RPL sebelum perkuliahan dimulai.

“Jangan sampai orientasi setelah kuliah masuk,” tegasnya.

Orientasi tersebut diarahkan untuk disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran dan karakteristik mahasiswa, termasuk kemungkinan penggunaan format hibrida apabila terdapat mahasiswa yang tidak dapat hadir secara langsung.

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) turut menyampaikan perkembangan program, khususnya penyelesaian Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), persiapan Laporan Evaluasi Diri (LED), serta penguatan kebutuhan akreditasi.

MPI menargetkan penyelesaian DKPS pada 19 September. Setelah itu, program studi berencana menghadirkan reviewer eksternal untuk memberikan masukan dalam proses penyusunan LED dan penguatan instrumen akreditasi.

Salah satu agenda yang turut dibahas adalah pengembangan microleading. Program studi berencana mempelajari praktik pengembangan microleading dari perguruan tinggi lain yang dinilai relevan dengan kebutuhan program studi.

Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menekankan bahwa pengembangan microleading harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan kebutuhan program studi dan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas semata. Implementasinya harus dapat dijelaskan dalam dokumen akademik dan didukung dengan evidence yang memadai.

“Harus sudah ada sebelumnya. Ketika masuk di LED sudah bunyi kegiatan-kegiatan mikronya ini,” jelasnya.

MPI juga menyampaikan kebutuhan penguatan fasilitas ruang microleading, termasuk meja dan kursi yang dapat mendukung beberapa subkompetensi seperti bidang keuangan, sarana prasarana, hubungan masyarakat, dan ruang rapat.

Selain itu, dibahas pula kebutuhan penyesuaian data dosen tetap program studi (DTPS) pada PDDikti serta pengembangan video profil program studi sebagai bagian dari kebutuhan penguatan dokumentasi dan akreditasi.

Dalam rapat tersebut, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., FTIK menekankan pentingnya koordinasi lintas unsur agar setiap program dapat berjalan secara efektif. Program studi diharapkan tidak bekerja sendiri ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebijakan, data, fasilitas, maupun dukungan administratif.

Terkait berbagai agenda mutu dan akreditasi yang sedang berjalan, Wakil Dekan I Prof. Dr. Suparjo, M.A. diminta untuk memperkuat koordinasi pada tingkat fakultas. Koordinasi tersebut dapat dilakukan melalui rapat bersama maupun fasilitasi dengan unit terkait sesuai kebutuhan. Selain itu, setiap program studi yang memiliki agenda FGD, pengembangan kurikulum, maupun kegiatan akademik lainnya diminta segera menyiapkan dan merealisasikannya sesuai jadwal.

Dalam pembahasan akreditasi, turut disinggung pilihan lembaga akreditasi, termasuk LAMDIK dan LAM GAMA. Program studi diminta mencermati perkembangan instrumen dan kebijakan masing-masing lembaga sebagai bahan dalam menentukan strategi akreditasi yang tepat.

Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., juga mengingatkan agar setiap kegiatan yang menghadirkan narasumber benar-benar mempertimbangkan kompetensi dan kepakaran narasumber dengan kebutuhan kegiatan. Program studi juga diminta memperkuat evidence kegiatan sehingga setiap program yang dilaksanakan memiliki dokumentasi dan bukti yang jelas.

“Yang penting saya minta usahakan dengan SBL setinggi-tingginya, dimaksimalkan. Itu tugasnya prodi untuk menguatkan dengan evidence-nya,” ujarnya.

Rapat koordinasi tidak hanya menjadi ruang evaluasi program, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja di lingkungan fakultas. Dekan FTIK Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., mengajak seluruh peserta untuk senantiasa melakukan refleksi terhadap amanah yang dijalankan.

Ia mengingatkan bahwa pekerjaan sebagai bagian dari sivitas akademika tidak semata-mata berkaitan dengan kewajiban administratif, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.

“Bagaimana kita memaknai tanggung jawab pekerjaan ini dengan baik, dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi, penuh loyalitas, dan integritas, sehingga ada manfaat dan dampak dari pekerjaan kita,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, FTIK terus mendorong terbangunnya komunikasi dan sinergi antara pimpinan fakultas, program studi, dan tenaga kependidikan. Koordinasi yang kuat diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program, menyelesaikan berbagai kendala secara bersama, serta memperkuat mutu layanan akademik dan kelembagaan FTIK.