Skip to main content

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Mahasiswa TBI UIN Saizu Raih Terbaik 2 Esai Kependidikan Tingkat Nasional FORDETAK 2026

WhatsApp Image 2026-08-18 at 20.29.25
BeritaTadris Bahasa Inggris

Mahasiswa TBI UIN Saizu Raih Terbaik 2 Esai Kependidikan Tingkat Nasional FORDETAK 2026

Purwokerto, 14/08/2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alfi Hidayatul Mukaromah, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), berhasil meraih Terbaik 2 pada cabang lomba Esai Kependidikan bagi Mahasiswa tingkat nasional dalam rangkaian lomba ketarbiyahan yang diselenggarakan oleh FORDETAK (Forum Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan) UIN/IAIN/STAIN se-Indonesia Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas prestasi Alfi dalam kompetisi yang berlangsung dengan pusat kegiatan di Banjarmasin pada 12–14 Agustus 2026. Capaian ini sekaligus menambah deretan prestasi mahasiswa FTIK UIN Saizu pada ajang akademik tingkat nasional.

Keberhasilan Alfi menjadi Terbaik 2 dalam cabang esai kependidikan menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan dan menuangkannya melalui tulisan. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, serta merespons berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., selaku Dekan FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Alfi. Menurutnya, prestasi mahasiswa dalam kompetisi tingkat nasional merupakan capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya.

“Kami menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Alfi. Prestasi ini tentu membanggakan bagi FTIK dan UIN Saizu. Kami berharap capaian ini tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, keberanian berkompetisi, serta menghasilkan gagasan-gagasan yang memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, capaian mahasiswa dalam kompetisi nasional dinilai memiliki arti penting dalam membangun budaya akademik di lingkungan fakultas. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk aktif dalam kegiatan perkuliahan, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan melalui berbagai ajang kompetisi.

“Prestasi mahasiswa adalah bagian dari prestasi fakultas. Karena itu, kami akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi mahasiswa untuk berkembang, berkarya, dan berkompetisi. Semoga capaian Alfi dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani membawa nama FTIK ke tingkat nasional,” tambahnya.

Bagi Program Studi Tadris Bahasa Inggris, prestasi tersebut menjadi capaian positif dalam penguatan atmosfer akademik mahasiswa. Kemampuan menulis esai tidak hanya membutuhkan penguasaan bahasa, tetapi juga kemampuan membaca persoalan, membangun gagasan, melakukan analisis, dan menyampaikannya secara sistematis.

Capaian Alfi juga memperlihatkan bahwa mahasiswa TBI memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam isu-isu pendidikan melalui berbagai medium akademik. Hal tersebut sejalan dengan semangat pengembangan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pada kemampuan untuk berkarya dan berprestasi di tingkat yang lebih luas.

Prestasi Terbaik 2 tingkat nasional ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa FTIK lainnya untuk mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik. Semakin banyak mahasiswa yang berani berkompetisi, semakin terbuka pula ruang bagi fakultas untuk memperluas kiprah dan kontribusinya di tingkat nasional.