FTIK UIN Saizu Gelar FGD Evaluasi Semester Genap dan Matangkan Persiapan Perkuliahan Semester Gasal 2026/2027
05/08/2026 2026-08-06 1:02FTIK UIN Saizu Gelar FGD Evaluasi Semester Genap dan Matangkan Persiapan Perkuliahan Semester Gasal 2026/2027
FTIK UIN Saizu Gelar FGD Evaluasi Semester Genap dan Matangkan Persiapan Perkuliahan Semester Gasal 2026/2027
Purwokerto, 05/08/2026 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dan Persiapan Perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim tersebut menjadi forum strategis untuk merefleksikan pelaksanaan akademik sekaligus menyusun langkah-langkah peningkatan kualitas pembelajaran pada semester mendatang.
FGD dihadiri oleh Dekan FTIK, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Ketua Laboratorium FTIK, dosen, tenaga kependidikan, serta unsur pendukung akademik di lingkungan FTIK.
Membuka kegiatan, Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian penting dari proses pembelajaran dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Focus Group Discussion ini bukan hanya menjadi agenda rutin fakultas, tetapi merupakan momentum untuk melakukan refleksi bersama terhadap seluruh proses akademik yang telah kita laksanakan selama satu semester. Dari forum seperti inilah kita dapat melihat apa yang telah berjalan dengan baik, apa yang masih menjadi tantangan, serta langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di FTIK,” ujar Prof. Fauzi.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh agenda akademik sesuai kalender pendidikan, tetapi juga dari kualitas layanan yang diterima mahasiswa, kesiapan dosen dalam melaksanakan pembelajaran, serta kemampuan seluruh unsur fakultas membangun kolaborasi yang efektif. Oleh sebab itu, setiap hasil evaluasi harus menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program kerja pada semester berikutnya.
Prof. Fauzi juga menekankan pentingnya membangun budaya evaluasi sebagai bagian dari budaya mutu di lingkungan FTIK.
“Budaya evaluasi harus kita bangun sebagai budaya untuk terus belajar dan memperbaiki diri, sehingga kualitas layanan akademik kita semakin meningkat dari waktu ke waktu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh unsur fakultas untuk memperkuat koordinasi lintas unit. Menurutnya, berbagai persoalan akademik hanya dapat diselesaikan melalui sinergi antara pimpinan fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga seluruh unit pendukung.
“Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan layanan pendidikan terbaik kepada mahasiswa. Oleh sebab itu, koordinasi harus terus diperkuat. Komunikasi yang baik antarunit akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan akademik dan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih produktif serta profesional,” ungkapnya.
Menjelang dimulainya Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, beliau juga mengingatkan pentingnya memastikan seluruh perangkat pembelajaran, jadwal perkuliahan, hingga administrasi akademik telah dipersiapkan secara optimal agar proses belajar mengajar dapat berjalan sejak awal semester tanpa hambatan.
“Mari kita jadikan hasil evaluasi hari ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih baik pada semester yang akan datang. Saya optimis, dengan komitmen, kolaborasi, dan semangat bersama, FTIK akan terus mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya mutu, serta menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pada sesi berikutnya, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Dr. Suparjo, M.A., memaparkan hasil evaluasi penyelenggaraan akademik selama Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Secara umum, pelaksanaan proses pembelajaran dinilai berjalan dengan baik, mulai dari implementasi kalender akademik, penyelenggaraan perkuliahan, hingga pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian bersama agar kualitas layanan akademik terus meningkat.
Ia menjelaskan bahwa setiap program studi memiliki dinamika dan karakteristik yang berbeda sehingga hasil evaluasi harus terdokumentasi dengan baik sebagai dasar pengambilan kebijakan akademik. Karena itu, seluruh program studi diharapkan segera menindaklanjuti berbagai hasil evaluasi, termasuk memastikan kesiapan perangkat pembelajaran, penugasan dosen, jadwal perkuliahan, serta administrasi akademik sebelum semester baru dimulai.
Selain evaluasi akademik, Prof. Suparjo juga menyoroti pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan di lingkungan FTIK. Menurutnya, pemanfaatan Learning Management System (LMS), media pembelajaran digital, serta berbagai aplikasi pendukung perlu terus dioptimalkan agar proses pembelajaran semakin efektif dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil evaluasi dari masing-masing program studi. Para peserta secara aktif memberikan berbagai masukan terkait penguatan koordinasi antarunit, penyempurnaan administrasi akademik, peningkatan layanan kepada mahasiswa, hingga optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses pembelajaran. Seluruh rekomendasi yang disampaikan diharapkan menjadi bahan penyusunan kebijakan dan tindak lanjut pada setiap program studi sehingga berbagai kendala pada semester sebelumnya dapat diminimalkan.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola akademik yang berkualitas melalui evaluasi berkelanjutan, penguatan kolaborasi, serta inovasi dalam layanan pendidikan. Dengan semangat perbaikan yang terus dibangun, FTIK optimistis mampu menciptakan ekosistem akademik yang semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam menjawab tantangan pendidikan di masa depan.