Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Dosen TBI FTIK UIN Saizu Jadi Guest Lecturer di UIN Gus Dur Pekalongan, Bahas Translation and Local Culture

gl uin gusdur
BeritaTadris Bahasa Inggris

Dosen TBI FTIK UIN Saizu Jadi Guest Lecturer di UIN Gus Dur Pekalongan, Bahas Translation and Local Culture

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menorehkan kiprah akademik melalui partisipasi dosennya dalam forum ilmiah antarperguruan tinggi. Salah satu dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Yulian Purnama, S.Pd., M.Hum., dipercaya menjadi guest lecturer pada kegiatan kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Inggris FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut mengangkat tema “Translation and Local Culture”. Tema ini menjadi sangat relevan di tengah perkembangan globalisasi dan pesatnya pertukaran informasi lintas budaya yang menuntut kemampuan penerjemahan tidak hanya akurat secara bahasa, tetapi juga sensitif terhadap nilai-nilai budaya lokal.

Dalam pemaparannya, Yulian Purnama menekankan bahwa penerjemahan bukan sekadar memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Menurutnya, seorang penerjemah juga memiliki tanggung jawab menjaga makna budaya yang terkandung di dalam teks.

“Bahasa selalu membawa budaya. Ketika menerjemahkan, kita tidak hanya memindahkan struktur kalimat, tetapi juga memindahkan cara pandang, nilai, dan identitas suatu masyarakat,” ungkapnya di hadapan mahasiswa peserta kuliah tamu.

Ia juga menjelaskan berbagai tantangan dalam menerjemahkan istilah budaya lokal Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Banyak istilah yang tidak memiliki padanan langsung sehingga penerjemah dituntut kreatif sekaligus tetap mempertahankan esensi makna budaya tersebut. Dalam konteks ini, penerjemahan dipandang sebagai jembatan penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal Indonesia kepada dunia internasional.

Melalui contoh-contoh praktis dan diskusi interaktif, mahasiswa diajak memahami bagaimana local wisdom dapat tetap hidup dalam proses translasi modern. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya wawasan linguistik mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa bahasa dan budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Kegiatan guest lecture ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi akademik antarperguruan tinggi Islam di Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring keilmuan dalam bidang bahasa, budaya, dan penerjemahan. Kehadiran dosen FTIK UIN Saizu sebagai narasumber juga menjadi bukti kontribusi aktif kampus dalam pengembangan kajian bahasa Inggris berbasis nilai budaya lokal dan moderasi beragama.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi bahasa asing yang baik, tetapi juga mampu menjadi generasi yang mengenalkan identitas budaya Indonesia ke level global melalui praktik penerjemahan yang bijak dan kontekstual.