TBI Matematika UIN Saizu Kenalkan Sejarah Matematika Peradaban Islam kepada Mahasiswa Filipina
06/10/2026 2026-10-15 14:31TBI Matematika UIN Saizu Kenalkan Sejarah Matematika Peradaban Islam kepada Mahasiswa Filipina
TBI Matematika UIN Saizu Kenalkan Sejarah Matematika Peradaban Islam kepada Mahasiswa Filipina
Purwokerto, 06/10/2026 – Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, memperkuat internasionalisasi pembelajaran melalui kegiatan International Team Teaching (ITT) bertajuk Collaborative Online International Learning bersama University of Mindanao Digos College (UMDC), Filipina. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Selasa (6/10/2026), pukul 13.00–14.30 WIB, ini menghadirkan Dr. Maria Ulpah, M.Si., Associate Professor Program Studi Tadris Matematika UIN Saizu, sebagai narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Maria Ulpah menyampaikan materi bertajuk “Islamic/Arabic Mathematics: The Development of Mathematics in Islamic Civilization”. Materi ini mengajak mahasiswa Department of Teacher Education UMDC, khususnya mahasiswa program pendidikan matematika, untuk menelusuri perkembangan matematika dalam peradaban Islam serta memahami kontribusinya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dunia.
Dr. Maria menjelaskan bahwa matematika Islam atau Arab merupakan pengetahuan matematika yang berkembang dalam lingkungan peradaban Islam, terutama pada abad ke-8 hingga ke-15 Masehi. Perkembangannya melibatkan berbagai wilayah, mulai dari Arab, Persia, Mesir, Andalusia, Asia Tengah, hingga India. Pada masa tersebut, bahasa Arab menjadi salah satu bahasa utama keilmuan yang berperan penting dalam penulisan, penerjemahan, pengembangan, dan penyebarluasan pengetahuan.
Pembahasan kemudian diarahkan pada masa keemasan peradaban Islam di era Dinasti Abbasiyah. Baghdad dan Bayt al-Hikmah menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, dengan aktivitas penerjemahan karya-karya ilmiah, penelitian, serta pertukaran gagasan di antara para ilmuwan. Melalui lingkungan intelektual tersebut, pengetahuan dari berbagai tradisi keilmuan dipelajari dan dikembangkan sehingga melahirkan kontribusi baru dalam bidang matematika.
Salah satu pokok materi yang mendapat perhatian ialah sistem bilangan Hindu-Arab dan penggunaan angka nol dalam sistem nilai tempat. Dr. Maria menerangkan bahwa sistem bilangan tersebut berasal dari India, kemudian dipelajari, digunakan, dan disebarluaskan secara luas oleh para ilmuwan Muslim melalui karya-karya matematika berbahasa Arab. Perkembangan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah aritmetika karena memungkinkan penulisan bilangan dan pelaksanaan perhitungan secara lebih sistematis.
Selanjutnya, mahasiswa diperkenalkan dengan sosok Al-Khwarizmi, ilmuwan yang memiliki peran besar dalam perkembangan matematika. Karyanya, Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabala, menjadi salah satu landasan perkembangan aljabar. Istilah algebra berakar dari kata al-jabr dalam judul karya tersebut, sedangkan nama Al-Khwarizmi menjadi asal istilah algorithm atau algoritma.
Selain Al-Khwarizmi, Dr. Maria juga membahas kontribusi sejumlah ilmuwan Muslim lainnya. Al-Karaji dan Omar Khayyam berperan dalam perkembangan aljabar, Thabit ibn Qurra memberikan sumbangan dalam bidang geometri, sedangkan Al-Battani, Abu al-Wafa, dan Al-Tusi turut mengembangkan trigonometri. Berbagai kontribusi tersebut menunjukkan bahwa matematika dalam peradaban Islam tidak hanya berorientasi pada pelestarian pengetahuan terdahulu, tetapi juga mencakup pengembangan konsep, metode, dan pendekatan baru.
Lebih lanjut, Dr. Maria menjelaskan bahwa matematika memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Muslim. Ilmu ini digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan praktis, seperti menentukan waktu salat, menghitung arah kiblat, menyusun kalender Hijriah, membagi harta warisan, serta menunjang kegiatan perdagangan dan administrasi. Matematika juga berkembang dalam seni dan arsitektur Islam, terutama melalui penggunaan pola geometris yang menunjukkan hubungan antara konsep matematis dan ekspresi estetika.
Dalam pemaparannya, Dr. Maria turut menguraikan proses perpindahan dan penyebaran pengetahuan matematika dari dunia Islam ke Eropa. Andalusia, Toledo, dan Sisilia menjadi sejumlah wilayah penting dalam proses pertukaran keilmuan tersebut. Salah satu tokoh yang dibahas ialah Fibonacci melalui karyanya, Liber Abaci, yang terbit pada 1202 dan turut memperkenalkan penggunaan sistem bilangan Hindu-Arab kepada masyarakat Eropa.
Dr. Maria menekankan bahwa kontribusi peradaban Islam dalam sejarah matematika tidak tepat jika hanya dipahami sebagai penghubung yang meneruskan pengetahuan Yunani kepada Eropa. Para ilmuwan Muslim juga mengembangkan berbagai bidang matematika, termasuk aljabar, aritmetika, trigonometri, dan perhitungan astronomi. Dengan demikian, sejarah matematika memperlihatkan proses pertukaran gagasan lintas peradaban yang saling memengaruhi dan memperkaya perkembangan ilmu pengetahuan.
Warisan tersebut, menurut pemaparan materi, masih dapat ditemukan dalam kehidupan modern. Konsep aljabar dan algoritma menjadi bagian penting dalam komputasi dan pengembangan kecerdasan buatan, sedangkan prinsip-prinsip matematika terus digunakan dalam navigasi, arsitektur, dan berbagai bidang teknologi. Pemahaman terhadap sejarah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa melihat matematika bukan semata-mata sebagai kumpulan rumus dan prosedur perhitungan, melainkan sebagai ilmu yang berkembang melalui proses sejarah, kebudayaan, dan kebutuhan manusia.
Kegiatan berlangsung dengan respons positif dari mahasiswa UMDC. Prince Jey L. Alican menyampaikan bahwa sesi tersebut merupakan kuliah yang baik dan memberinya kesempatan untuk mempelajari lebih banyak hal. Sementara itu, Ray Ann Babe S. Cervantes menilai materi disampaikan secara jelas dan mudah dipahami. Athena Hera D. Yator juga memberikan apresiasi terhadap penyampaian materi yang dinilainya berlangsung dengan baik.
Pelaksanaan International Team Teaching ini menjadi salah satu langkah Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Saizu dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi akademik lintas negara. Pertemuan tersebut juga membuka ruang pertukaran perspektif mengenai pendidikan matematika, sejarah perkembangan ilmu, dan relevansi pengetahuan matematis dalam kehidupan kontemporer.
Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan kolaborasi internasional yang memberikan kesempatan bagi dosen untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan kontribusi keilmuan Islam kepada mahasiswa di tingkat global. Menurutnya, kegiatan akademik lintas negara perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jejaring kelembagaan, dan memperkuat daya saing akademik fakultas.
Melalui kolaborasi dengan University of Mindanao Digos College, Program Studi Tadris Matematika diharapkan dapat terus mengembangkan berbagai kegiatan akademik internasional, baik dalam pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen FTIK UIN Saizu untuk membangun lingkungan akademik yang terbuka, kolaboratif, dan mampu menghubungkan khazanah keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.