Dekan FTIK UIN Saizu Sampaikan Arahan pada Wisuda Perdana Universitas Ibnu Sina Ajibarang
08/10/2026 2026-10-08 16:59Dekan FTIK UIN Saizu Sampaikan Arahan pada Wisuda Perdana Universitas Ibnu Sina Ajibarang
Purwokerto, 08/10/2026 – Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sekaligus Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabupaten Banyumas, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menyampaikan arahan pada Wisuda Perdana Universitas Ibnu Sina Ajibarang Program Sarjana dan Diploma, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Grand Karlita Hotel tersebut dimulai pukul 07.00 WIB dan menjadi momentum penting bagi Universitas Ibnu Sina Ajibarang yang baru bertransformasi menjadi universitas. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fauzi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan dan civitas akademika Universitas Ibnu Sina Ajibarang atas terselenggaranya wisuda perdana.
“Atas nama Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Rektor dan seluruh jajarannya, civitas akademika Universitas Ibnu Sina yang telah sukses mengantarkan putra-putri terbaiknya untuk menjadi sarjana dan ahli madya,” tutur Prof. Fauzi.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang masih berada pada tahap awal pengembangan setelah bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi universitas, Universitas Ibnu Sina Ajibarang perlu melakukan berbagai lompatan strategis. Inovasi, kreativitas, serta keberanian untuk melakukan perubahan menjadi bagian penting dalam membangun fondasi perguruan tinggi.
Prof. Fauzi mengingatkan bahwa perguruan tinggi tidak dapat mengharapkan hasil yang berbeda apabila masih menjalankan pola-pola lama. Ia mengutip gagasan Albert Einstein tentang pentingnya melakukan sesuatu secara berbeda untuk memperoleh hasil yang berbeda.

“Rektor dan seluruh jajarannya betul-betul harus melakukan lompatan. Lakukan upaya yang sungguh-sungguh mumpung masih membangun fondasi, perkuat. Lakukan perumusan konsep strategi di dalam menjaring mahasiswa,” tegasnya.
Ia juga mendorong Universitas Ibnu Sina Ajibarang untuk belajar dari praktik-praktik baik perguruan tinggi lain yang telah lebih dahulu berkembang. Menurutnya, studi terhadap best practice dapat memberikan wawasan dan inspirasi dalam merumuskan strategi pengembangan kampus ke depan.
Lebih lanjut, Prof. Fauzi menekankan pentingnya kesungguhan dan kolaborasi seluruh unsur perguruan tinggi. Menurutnya, pembangunan kampus tidak dapat dilakukan oleh sebagian pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan dan komitmen bersama.
“Modalnya adalah kesungguhan dan kolaborasi. Jangan ada orang di dalam tapi tidak komit terhadap kesungguhan untuk bekerja bersama-sama. Harus semuanya sibuk, semuanya berkeringat, semuanya kerja,” ujarnya.
Ia juga mengajak civitas akademika untuk tidak memandang perguruan tinggi lain sebagai pesaing yang harus dihadapi, tetapi sebagai mitra untuk membangun kolaborasi. Menurutnya, tantangan utama perguruan tinggi justru terletak pada perubahan, perkembangan peradaban, dan tuntutan untuk terus bergerak maju.
“Jangan pernah menganggap kampus lain jadi kompetitor yang akan menjadi saingan-saingan yang akan melemahkan kita. Mereka bukan kompetitor, mereka adalah kolaborator. Sejatinya kompetitor kita adalah perubahan, peradaban, dan sekaligus tuntutan untuk terus maju,” jelasnya.
Tidak hanya memberikan arahan kepada jajaran pengelola perguruan tinggi, Prof. Fauzi juga memberikan pesan khusus kepada para wisudawan. Ia mengajak lulusan Universitas Ibnu Sina Ajibarang untuk menjadikan momentum wisuda sebagai titik awal untuk terus berkembang dan menciptakan peluang.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berada pada posisi menunggu kesempatan kerja. Para wisudawan perlu mengenali potensi dan passion masing-masing, kemudian mengembangkan kemampuan untuk menciptakan peluang.
“Sekarang tidak bisa zamannya untuk sekadar menerima dan menunggu, tapi saatnya kita mengejar, mencari, menemukan, dan bikin peluang,” pesannya.
Prof. Fauzi mengibaratkan perjalanan seorang lulusan dalam meraih keberhasilan seperti proses transformasi ulat menjadi kupu-kupu. Keberhasilan tidak terjadi secara instan, tetapi melalui proses panjang, perjuangan, dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Ia pun berpesan agar para wisudawan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Pendidikan, menurutnya, merupakan proses sepanjang hayat yang harus terus dijalani.
“Teruslah belajar karena belajar tak akan pernah berhenti pada satu titik. Seluruh nafas kehidupan kita adalah ruang-ruang belajar yang harus kita lakukan,” tuturnya.
Ia juga membuka cakrawala para lulusan untuk mempertimbangkan berbagai pilihan masa depan, baik melanjutkan studi, menjadi akademisi, peneliti, maupun mengembangkan usaha. Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak harus selalu diukur dari seberapa cepat memperoleh pekerjaan.
Selain kompetensi akademik, Prof. Fauzi menekankan pentingnya menjaga akhlak dan integritas. Ia mengingatkan para wisudawan bahwa kemampuan intelektual harus berjalan beriringan dengan karakter yang baik.
“Kalian adalah kader NU, maka bawalah akhlak Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan tentu akhlak Islam. Ini kekuatan kita. Orang pintar banyak, tapi harus pintar dan ngedep-bener,” pesannya.
Menurutnya, integritas menjadi salah satu modal penting yang dibutuhkan di dunia kerja dan kehidupan sosial. Tidak sedikit orang yang memiliki keterampilan dan kecerdasan, tetapi kehilangan kesempatan karena persoalan integritas.
Selain akhlak dan integritas, Prof. Fauzi juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring. Para lulusan didorong untuk memperluas relasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, aktif dalam kegiatan sosial, serta tidak membatasi diri dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan.
“Bangun jejaring. Hidup ini tidak bisa sendiri. Asah kemampuan komunikasi, perbanyak relasi,” ujarnya.
Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya mengandalkan capaian akademik. Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi dan relasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang meraih kesuksesan.
Menutup arahannya, Prof. Fauzi berpesan agar para wisudawan terus memperkuat pengabdian kepada agama dan masyarakat. Ia juga mengingatkan para lulusan untuk menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
“Teruslah kuatkan pengabdian Anda kepada agama. Saya yakin di mana pun orang yang mengabdi kepada agama akan diberikan berkah lebih oleh Allah,” pesannya.
Tidak kalah penting, ia meminta para wisudawan untuk menghormati dan berbakti kepada orang tua yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan. Menurutnya, keberhasilan wisuda tidak hanya menjadi capaian pribadi mahasiswa, tetapi juga buah dari perjuangan orang tua dan keluarga.
“Balas kebaikan mereka dengan kebaktian, berbakti kepada mereka, junjung tinggi nama baik mereka sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Prof. Fauzi kembali menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan, baik lulusan program diploma maupun sarjana. Ia berharap para lulusan Universitas Ibnu Sina Ajibarang mampu melanjutkan perjalanan dengan penuh optimisme, menjaga integritas, memperluas jejaring, serta memberikan kontribusi positif bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
“Selamat, sukses untuk kita semuanya,” pungkasnya.
