FTIK UIN Saizu Koordinasikan Pelaksanaan PLP dan PKL Bersama Sekolah dan Madrasah Mitra
26/10/2026 2026-10-26 13:12FTIK UIN Saizu Koordinasikan Pelaksanaan PLP dan PKL Bersama Sekolah dan Madrasah Mitra
Purwokerto, 26/10/2026 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Rapat Koordinasi Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Akademik 2026/2027 pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim tersebut menjadi forum koordinasi antara fakultas, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta kepala sekolah dan madrasah mitra untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan lapangan mahasiswa.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan pelaksanaan PLP dan PKL, terutama dalam menyamakan persepsi mengenai perubahan nomenklatur, tahapan kegiatan, mekanisme observasi, serta praktik lapangan mahasiswa. Melalui koordinasi tersebut, FTIK berupaya memperkuat kemitraan dengan lembaga pendidikan sekaligus memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata yang mendukung pembentukan kompetensi profesional sebagai calon pendidik.
Wakil Dekan II FTIK, Dr. Nur Fuadi, M.Pd., yang pada kesempatan tersebut Mewakili Dekan FTIK, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah dan madrasah yang telah bersedia menjadi mitra pelaksanaan PLP dan PKL. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan lapangan mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari dukungan, pendampingan, dan bimbingan para guru serta pimpinan lembaga pendidikan.
Dalam sambutannya, Dr. Nur Fuadi, M.Pd., menyampaikan salam dan ucapan terima kasih dari Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., yang berhalangan hadir karena sedang menjalani cuti. Ia menyambut baik kehadiran para kepala sekolah, kepala madrasah, perwakilan lembaga mitra, DPL, serta seluruh unsur yang terlibat dalam persiapan kegiatan.
Menurutnya, kemitraan antara fakultas dan sekolah atau madrasah tidak sekadar menjadi sarana penempatan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan akademik. Lebih dari itu, hubungan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dalam menyiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi keilmuan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika profesi.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada lembaga-lembaga atau sekolah yang sudah dan masih bermitra dengan kami. Harapan kami, mahasiswa dapat dibantu, dibimbing, dan diarahkan selama melaksanakan kegiatan PLP dan PKL,” ungkapnya.
Ia juga meminta agar sekolah dan madrasah mitra tidak ragu menyampaikan masukan apabila menemukan mahasiswa yang belum menjalankan tugas sesuai ketentuan. Komunikasi dapat dilakukan melalui Kepala Laboratorium FTIK maupun dosen pembimbing lapangan agar setiap persoalan dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Selain kompetensi akademik, beliau menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani kegiatan lapangan. Menurutnya, pengalaman di sekolah dan madrasah harus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membiasakan diri dengan budaya kerja, tata tertib, serta etika yang berlaku di lingkungan pendidikan.
Mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kedisiplinan waktu, tanggung jawab, kesungguhan dalam menjalankan tugas, serta sikap menghormati seluruh warga sekolah. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa yang menjalani PLP dan PKL masih berada dalam proses pembelajaran sehingga membutuhkan arahan dan evaluasi secara berkelanjutan.
Fakultas, lanjutnya, telah memberikan pembekalan dan penguatan kepada mahasiswa agar mereka dapat menunjukkan sikap yang lebih baik selama berada di lokasi kegiatan. Namun, pendampingan dari guru pamong, kepala sekolah, kepala madrasah, dan DPL tetap diperlukan untuk memastikan proses pembentukan karakter tersebut berjalan optimal.
Dr. Nur Fuadi, M.Pd., juga menyoroti pentingnya kepekaan sosial dan sikap saling menghargai. Mahasiswa perlu memahami budaya kerja dan kebiasaan yang berlaku di lingkungan tempat mereka melaksanakan praktik, termasuk membangun hubungan yang baik dengan para guru dan tenaga kependidikan.
“Bukan semata-mata tentang apa yang dilakukan, tetapi juga bagaimana membangun kebersamaan. Kami berharap mahasiswa memiliki sikap, unggah-ungguh, dan kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka belajar,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa wajib mengikuti aturan yang berlaku di masing-masing sekolah atau madrasah. Apabila terdapat hal yang perlu diperbaiki, pihak mitra dipersilakan menyampaikan evaluasi secara langsung kepada fakultas agar dapat menjadi bahan pembinaan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Laboratorium FTIK, Drs. H. Yuslam, M.Pd., menjelaskan perubahan nomenklatur dan mekanisme pelaksanaan PLP bagi mahasiswa program sarjana. Ia menyampaikan bahwa istilah PLP merupakan penyesuaian terhadap nomenklatur yang berlaku, menggantikan istilah PPL 2 yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan praktik lapangan mahasiswa.
Dalam skema yang baru, mahasiswa program sarjana menjalani tahapan microteaching dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Sementara itu, istilah PPL masih digunakan dalam konteks Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Adapun PKL tetap menjadi istilah Praktik Kerja Lapangan.
Menurut Beliau, perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyebutan nama, tetapi juga dengan tahapan dan durasi kegiatan. Jika pelaksanaan sebelumnya berlangsung sekitar dua bulan, skema PLP yang baru memiliki rangkaian kegiatan lebih panjang, dengan masa observasi terlebih dahulu sebelum mahasiswa melaksanakan praktik secara langsung.
“Pada program PLP ini mahasiswa tidak langsung praktik mengajar. Mereka akan melakukan observasi terlebih dahulu untuk melihat bagaimana proses pembelajaran berlangsung di kelas yang sesungguhnya,” jelasnya.
Tahap observasi direncanakan berlangsung mulai 2 November hingga 5 Desember 2026. Pada periode tersebut, mahasiswa akan mengunjungi sekolah atau madrasah mitra sesuai kebutuhan observasi. Kehadiran mahasiswa belum dilakukan secara penuh setiap hari karena mereka masih mengikuti perkuliahan di kampus.
Drs. H. Yuslam, M.Pd., menjelaskan bahwa observasi PLP mencakup tiga aspek utama, yakni observasi kurikulum, observasi proses pembelajaran, dan observasi administrasi persekolahan.
Pada aspek kurikulum, mahasiswa akan mempelajari penerapan kurikulum yang digunakan di masing-masing lembaga pendidikan, termasuk penyusunan perangkat pembelajaran seperti modul ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memahami bagaimana perangkat pembelajaran disiapkan dan diterapkan sesuai dengan karakteristik sekolah atau madrasah.
Selanjutnya, observasi pembelajaran dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati proses belajar-mengajar secara langsung. Mahasiswa akan mempelajari cara guru membuka pembelajaran, menyampaikan materi, mengelola kelas, melaksanakan asesmen, hingga menutup kegiatan pembelajaran.
Penempatan observasi juga disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing program studi. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab akan mengamati pembelajaran Bahasa Arab, mahasiswa Tadris Matematika mengamati pembelajaran Matematika, sedangkan mahasiswa Pendidikan Agama Islam mengamati pembelajaran sesuai rumpun keilmuannya.
Selain itu, mahasiswa akan mengamati administrasi persekolahan untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai tata kelola lembaga pendidikan. Dengan demikian, pengalaman PLP tidak hanya berfokus pada aktivitas mengajar, tetapi juga memperkenalkan mahasiswa pada berbagai aspek yang mendukung penyelenggaraan pendidikan.
Setelah tahap observasi selesai, mahasiswa dijadwalkan mulai melaksanakan praktik lapangan pada 11 Januari 2027 hingga 20 Februari 2027. Periode ini menjadi tahap praktik yang memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama perkuliahan maupun diperoleh melalui observasi di sekolah dan madrasah.
beliau menegaskan bahwa praktik mahasiswa harus sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing program studi. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pemahaman teoretis dengan situasi pembelajaran nyata, sekaligus belajar menjalankan tanggung jawab sebagai calon pendidik di bawah arahan guru dan DPL.
Pemisahan antara tahap observasi dan praktik tersebut diharapkan membantu mahasiswa memiliki gambaran yang lebih utuh sebelum mengambil peran secara langsung dalam pembelajaran. Dengan terlebih dahulu mengamati kondisi kelas, karakteristik peserta didik, perangkat pembelajaran, serta pendekatan yang digunakan guru, mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara lebih matang.
Oleh karena itu, dukungan sekolah dan madrasah mitra menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kedua tahapan tersebut. Fakultas berharap para guru dapat memberikan ruang belajar yang memadai, menyampaikan masukan konstruktif, dan mendampingi mahasiswa agar mampu berkembang sesuai kompetensi yang diharapkan.
Melalui rapat koordinasi ini, FTIK UIN Saizu menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan sekolah dan madrasah sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pendidikan calon guru. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran lapangan yang terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang komunikasi bagi fakultas dan lembaga mitra untuk menyamakan pemahaman mengenai jadwal, mekanisme pelaksanaan, pembimbingan, serta evaluasi mahasiswa. Dengan koordinasi yang baik, berbagai kendala yang mungkin muncul selama kegiatan dapat dikomunikasikan dan diselesaikan bersama.
Dengan dukungan seluruh mitra pendidikan, pelaksanaan PLP dan PKL Tahun Akademik 2026/2027 diharapkan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekolah dan madrasah mitra, maupun pengembangan mutu pendidikan secara lebih luas.