Perkuat Budaya Riset dan Publikasi Ilmiah Bereputasi Internasional, FTIK UIN Saizu adakan Workshop Submission Journal to Scopus
16/07/2026 2026-07-23 14:30Perkuat Budaya Riset dan Publikasi Ilmiah Bereputasi Internasional, FTIK UIN Saizu adakan Workshop Submission Journal to Scopus
Perkuat Budaya Riset dan Publikasi Ilmiah Bereputasi Internasional, FTIK UIN Saizu adakan Workshop Submission Journal to Scopus
Purwokerto, 16/07/2026 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah melalui penyelenggaraan Workshop Submission Journal FTIK to Scopus. Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim, Kamis (16/7/2026), ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Dr. Suhono, M.Pd. dari Universitas Bandar Lampung dan Dr. Akhmad Sirojuddin, M.Pd.I. dari Universitas K.H. Abdul Chalim Mojokerto. Workshop diikuti para pengelola jurnal di lingkungan FTIK sebagai bagian dari upaya mendorong jurnal-jurnal fakultas menuju indeksasi Scopus dan peningkatan akreditasi Sinta.
Membuka kegiatan tersebut, Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas teknis, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang fakultas dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing internasional.
Menurutnya, program pendampingan jurnal telah dimulai sejak tahun sebelumnya dan kini terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas seluruh jurnal yang berada di bawah naungan FTIK.
“Hari ini tentu tidak semata-mata berkaitan dengan Insania, tetapi jurnal-jurnal di FTIK dengan harapan saya sebagai Dekan akan melenting naik. Yang belum terindeks Sinta, jadi terindeks. Yang sudah bersinta, naik kelas,” ujar Prof. Fauzi.
beliau menjelaskan bahwa peningkatan kualitas jurnal tidak hanya berfokus pada satu jurnal unggulan, melainkan menyasar seluruh jurnal yang dikelola FTIK. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, setiap jurnal didorong memenuhi standar akreditasi nasional sekaligus mempersiapkan diri menuju pengakuan internasional melalui indeksasi Scopus.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fauzi juga menyampaikan bahwa Jurnal Insania saat ini tengah menunggu hasil proses indeksasi Scopus sekaligus mempersiapkan reakreditasi menuju peringkat Sinta 2. Ia mengakui proses menuju jurnal bereputasi internasional membutuhkan waktu, ketelitian, dan konsistensi dalam menjaga kualitas penerbitan.
“Di samping menunggu hasil dari Scopus, yang setiap hari saya buka, belum bergerak. Tapi hitungannya memang lima sampai enam bulan atau mungkin setahun. Tidak apa-apa, lambat tetapi hasilnya maksimal,” ungkapnya.
Selain membahas strategi menuju Scopus, Prof. Fauzi mengingatkan para pengelola jurnal agar segera menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru mengenai akreditasi jurnal nasional. Menurutnya, perubahan kebijakan tersebut menghadirkan standar penilaian yang lebih tinggi sehingga membutuhkan kesiapan pengelola sejak dini.

beliau berharap workshop ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh editor, reviewer, dan tim pengelola jurnal untuk memahami perubahan regulasi sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal di lingkungan FTIK.
Lebih lanjut, Prof. Fauzi menegaskan bahwa pengelolaan jurnal harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan budaya akademik di perguruan tinggi. Menurutnya, jurnal bukan sekadar media publikasi hasil penelitian, tetapi juga sarana membangun tradisi menulis, berpikir kritis, serta memperkuat reputasi akademik institusi.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dedikasi para pengelola jurnal yang selama ini bekerja di balik layar menjaga keberlangsungan penerbitan ilmiah. Ia menyebut para editor dan reviewer sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas setiap artikel yang dipublikasikan.
“Bagus tidaknya artikel yang dibaca oleh pembaca jurnal kita tergantung pada timnya: reviewer, editor, dan seluruh yang terlibat. Olahan dari tim dapur jurnal itulah yang membuat tulisan menjadi semakin baik,” katanya.
Menurut Prof. Fauzi, proses menjadi editor maupun reviewer justru merupakan ruang belajar yang sangat berharga bagi seorang akademisi. Melalui aktivitas tersebut, dosen tidak hanya membaca berbagai hasil penelitian, tetapi juga terus mengasah kemampuan berpikir ilmiah, memperluas referensi, dan memahami perkembangan penelitian terbaru di berbagai bidang.
beliau bahkan membagikan pengalamannya ketika mengawali karier sebagai dosen dengan mengelola jurnal ilmiah secara manual, jauh sebelum hadirnya sistem Open Journal Systems (OJS). Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu proses pembelajaran yang turut membentuk perjalanan akademiknya hingga meraih jabatan Guru Besar.
“Saya yakin kawan-kawan yang mengurusi jurnal dengan sungguh-sungguh akan menjadi kekuatan untuk menjadi ilmuwan. Karena mau tidak mau pengelola jurnal akan membaca banyak naskah, mencari referensi, memberikan catatan, dan itu merupakan proses belajar yang luar biasa,” ujar Prof. Fauzi.
beliau menambahkan bahwa budaya akademik yang kuat hanya dapat tumbuh apabila sivitas akademika memiliki tradisi membaca, menulis, berdiskusi, dan saling memberikan umpan balik terhadap karya ilmiah. Oleh sebab itu, penguatan jurnal ilmiah menjadi salah satu prioritas dalam program kerja kepemimpinannya sebagai Dekan FTIK.
Tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu akademik, pengembangan jurnal juga dinilai memiliki nilai strategis bagi institusi. Menurut Prof. Fauzi, jurnal yang dikelola secara profesional dapat menjadi wadah publikasi bagi dosen maupun mahasiswa, mendukung pengembangan karier akademik, sekaligus membuka peluang peningkatan penerimaan institusi melalui skema Badan Layanan Umum (BLU).
“Ini menjadi motivasi kita bersama. Jurnal yang berkualitas bisa menjadi ladang amal jariyah karena akan membantu banyak orang dalam pengembangan karier akademiknya. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan proses pengelolaan jurnal dilakukan dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Sementara itu, dua narasumber yang hadir, Dr. Suhono, M.Pd. dari Universitas Bandar Lampung dan Dr. Akhmad Sirojuddin, M.Pd.I. dari Universitas K.H. Abdul Chalim Mojokerto, memberikan pendampingan mengenai strategi meningkatkan kualitas tata kelola jurnal, pemenuhan standar akreditasi nasional, hingga langkah-langkah teknis dalam mempersiapkan jurnal menuju indeksasi Scopus. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memberikan wawasan praktis sekaligus pengalaman nyata kepada para pengelola jurnal FTIK dalam menghadapi tantangan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan para editor, reviewer, serta tim pengelola jurnal di lingkungan FTIK. Para peserta berdiskusi mengenai penguatan manajemen jurnal, peningkatan kualitas artikel, strategi menjaga konsistensi penerbitan, hingga penyesuaian terhadap regulasi terbaru mengenai akreditasi jurnal nasional.
Melalui penyelenggaraan Workshop Submission Journal FTIK to Scopus, FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya akademik yang unggul melalui penguatan publikasi ilmiah. Dengan peningkatan kapasitas pengelola jurnal, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi dengan para pakar, fakultas optimistis jurnal-jurnal yang dikelolanya akan semakin kompetitif, memperoleh pengakuan yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.