FTIK UIN Saizu Gelar FGD Penyusunan Dokumen Pembelajaran Kurikulum OBE Prodi PAI
14/09/2026 2026-09-14 22:35FTIK UIN Saizu Gelar FGD Penyusunan Dokumen Pembelajaran Kurikulum OBE Prodi PAI
FTIK UIN Saizu Gelar FGD Penyusunan Dokumen Pembelajaran Kurikulum OBE Prodi PAI
Purwokerto, 14/09/2026 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Pembelajaran Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Senin (14/9/2026). Kegiatan berlangsung di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim dan diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, pengelola Program Studi PAI, serta para dosen Prodi PAI.
FGD menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Eva Latifah, S.Ag., S.Psi., M.Si. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Prof. Dr. Mukhibat, M.Ag., M.M. dari UIN Ponorogo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FTIK memperkuat pemahaman dan menyempurnakan implementasi kurikulum OBE di lingkungan Prodi PAI.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK UIN Saizu Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD menjadi momentum penting untuk memastikan kurikulum OBE yang telah dirumuskan dapat diterapkan secara tepat melalui perangkat pembelajaran yang sesuai.
Menurutnya, implementasi OBE tidak cukup hanya dengan tersedianya dokumen kurikulum. Perangkat pembelajaran, mulai dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS), desain materi perkuliahan, hingga sistem asesmen, perlu disusun secara selaras dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
“Dokumen yang kami miliki masih membutuhkan pengembangan, baik pada tataran rencana pembelajarannya atau RPS, sampai kepada bagaimana desain materi perkuliahan yang betul-betul bisa merangsang mahasiswa untuk mencapai target-target pembelajaran yang ditetapkan,” ungkapnya.
beliau juga menekankan pentingnya menyamakan mindset dosen sebagai pelaksana kurikulum. Menurutnya, karena kurikulum OBE di UIN Saizu secara formal baru diterapkan sekitar dua tahun, masih diperlukan penyempurnaan dan penguatan praktik implementasinya.
“Masih banyak sekali yang harus kita sempurnakan. Terutama kita berharap para dosen sebagai pelaksana kurikulum ini memiliki mindset yang sama. Idealnya perkuliahan dengan kurikulum OBE ini seperti apa,” jelasnya.
Selain penguatan implementasi OBE, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan reakreditasi Prodi PAI yang direncanakan pada tahun 2027. Oleh karena itu, penyusunan dokumen pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan ketentuan menjadi salah satu langkah strategis yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., juga mengapresiasi Prodi PAI yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses penyempurnaan kurikulum dan dokumen pembelajaran juga dilakukan secara bertahap oleh program studi lain di lingkungan FTIK.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Prof. Dr. Eva Latifah, S.Ag., S.Psi., M.Si. memberikan sejumlah wawasan terkait kebijakan pendidikan tinggi, khususnya mengenai arah akreditasi Program Studi PAI dan keterkaitannya dengan lembaga akreditasi. Ia menjelaskan pentingnya memahami posisi keilmuan PAI berdasarkan body of knowledge serta karakteristik kurikulumnya.
Prof. Eva juga berbagi pengalaman mengenai penyusunan dan pemetaan keilmuan dalam proses akreditasi. Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik keilmuan program studi menjadi penting agar dokumen kurikulum yang disusun benar-benar merepresentasikan identitas akademik PAI.
Selain membahas akreditasi, Prof. Eva menekankan pentingnya keterhubungan antara proses pembelajaran, penelitian, dan karya ilmiah dosen. Salah satu hal yang disoroti adalah pemanfaatan karya ilmiah dosen sebagai bagian dari sumber pembelajaran.
Ia mendorong para dosen untuk mencantumkan karya-karya ilmiahnya dalam RPS sehingga hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dapat lebih terintegrasi dalam proses perkuliahan.
“Kalau mengajar, tolong dicantumkan karya-karya Bapak Ibu di RPS. Dan minta mahasiswa untuk menyitasi,” tuturnya.
Menurutnya, integrasi karya ilmiah dosen ke dalam RPS dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil penelitian dalam pembelajaran sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara aktivitas akademik dosen dan proses pendidikan mahasiswa.
Sementara itu, Prof. Dr. Mukhibat, M.Ag., M.M. turut memberikan perspektif dan pengalaman dalam penguatan dokumen kurikulum OBE. Kehadiran kedua narasumber diharapkan dapat memberikan masukan praktis bagi Prodi PAI dalam menyusun dan menyempurnakan dokumen pembelajaran agar lebih terstandar dan sesuai dengan prinsip OBE.
Ketua Program Studi PAI dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan karena masih terdapat kebutuhan untuk menyelaraskan format dokumen kurikulum dengan substansi OBE. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah adanya dokumen yang secara format sudah menggunakan format OBE, tetapi substansinya masih perlu disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran berbasis capaian.
“Kami ingin mendokumentasikan kurikulum OBE ini sehingga terstandarisasi dengan yang semestinya,” ujarnya.
Ia berharap FGD dapat menghasilkan kesamaan pemahaman di antara para dosen sekaligus menghasilkan dokumen kurikulum dan pembelajaran yang dapat menjadi pijakan dalam pelaksanaan perkuliahan.
Dalam proses penyempurnaan tersebut, Prodi PAI juga membahas pentingnya integrasi sejumlah isu strategis ke dalam kurikulum, di antaranya ekoteologi, moderasi, dan gender. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan isu akademik kontemporer.
Melalui kegiatan FGD ini, FTIK UIN Saizu berharap Prodi PAI memiliki dokumen pembelajaran kurikulum OBE yang lebih terstandar, implementatif, dan selaras antara capaian pembelajaran, RPS, materi, metode pembelajaran, serta asesmen.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FTIK UIN Saizu dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembelajaran serta mempersiapkan Prodi PAI menghadapi proses reakreditasi melalui penguatan tata kelola akademik dan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.