Perkuat Jejaring dan Kapasitas Organisasi, HMPS MPI UIN Saizu Gelar Studi Banding ke UIN Sunan Kalijaga
03/10/2026 2026-10-08 17:23Perkuat Jejaring dan Kapasitas Organisasi, HMPS MPI UIN Saizu Gelar Studi Banding ke UIN Sunan Kalijaga
Perkuat Jejaring dan Kapasitas Organisasi, HMPS MPI UIN Saizu Gelar Studi Banding ke UIN Sunan Kalijaga
Purwokerto, 03/10/2026 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (HMPS MPI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melaksanakan Studi Banding bersama HMPS MPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring, serta bertukar wawasan mengenai pengelolaan organisasi kemahasiswaan.
Studi banding menjadi salah satu sarana pembelajaran organisasi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dari lingkungan organisasi mahasiswa di perguruan tinggi lain. Dalam kegiatan tersebut, HMPS MPI UIN Saizu dan HMPS MPI UIN Sunan Kalijaga saling berbagi informasi mengenai program kerja, sistem kepengurusan, pelaksanaan kegiatan, hingga berbagai pengalaman selama menjalankan roda organisasi.
masing-masing organisasi memperkenalkan program kerja yang telah maupun sedang dilaksanakan. Pertukaran informasi tersebut menjadi ruang untuk melihat berbagai pendekatan dalam mengelola organisasi sekaligus menemukan gagasan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di masing-masing kampus.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., mengapresiasi kegiatan studi banding yang dilakukan HMPS MPI. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai penting karena memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan organisasi dan kepemimpinan.
“Studi banding merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Dengan bertemu dan berdiskusi dengan organisasi dari perguruan tinggi lain, mahasiswa dapat memperoleh perspektif baru, melihat praktik-praktik yang baik, kemudian melakukan refleksi untuk mengembangkan organisasinya sendiri,” ujar Prof. Fauzi.
Ia menambahkan bahwa pengalaman mengelola organisasi dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa MPI yang nantinya memiliki keterkaitan erat dengan dunia manajemen dan pengelolaan lembaga pendidikan.
“Mahasiswa MPI tidak cukup hanya memahami manajemen secara konseptual. Mereka juga perlu mendapatkan pengalaman praktis dalam merencanakan program, membangun kerja sama, mengelola sumber daya, menyelesaikan persoalan, dan melakukan evaluasi. Organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang latihan yang sangat baik untuk membangun kompetensi tersebut,” lanjutnya.
Pertukaran pengalaman dalam studi banding juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi kedua organisasi. Berbagai kelebihan, tantangan, dan inovasi program yang dibahas dapat memberikan gambaran sekaligus inspirasi dalam menyusun program kerja yang lebih kreatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Bagi HMPS MPI UIN Saizu Purwokerto, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring antarmahasiswa lintas perguruan tinggi. Hubungan yang terbangun tidak hanya diharapkan memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat menjadi awal bagi terwujudnya kolaborasi dalam berbagai agenda mahasiswa di masa mendatang.
Pengurus dari kedua organisasi saling bertukar pengalaman mengenai dinamika kepengurusan, pelaksanaan kegiatan, serta berbagai strategi yang digunakan untuk menjaga keberlangsungan program kerja organisasi.
Prof. Fauzi berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui studi banding dapat ditindaklanjuti secara konkret.
“Yang paling penting setelah studi banding adalah bagaimana pengalaman yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi evaluasi dan inovasi. Jangan hanya membawa pulang cerita, tetapi juga membawa gagasan yang kemudian dapat diolah dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, HMPS MPI UIN Saizu Purwokerto dan HMPS MPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tidak hanya memperkuat hubungan antarlembaga mahasiswa, tetapi juga membuka ruang pembelajaran bersama. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan mampu memberikan manfaat bagi perkembangan organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai calon pengelola lembaga pendidikan yang kompeten, adaptif, dan mampu bekerja secara kolaboratif.