Skip to main content

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Tadris Matematika Kembali Gelar Kegiatan Literasi, Perkuat Solidaritas dan Budaya Literasi Mahasiswa

WhatsApp Image 2026-09-11 at 21.11.17
BeritaTadris Matematika

Tadris Matematika Kembali Gelar Kegiatan Literasi, Perkuat Solidaritas dan Budaya Literasi Mahasiswa

Purwokerto,12/09/2026 — Semangat membangun budaya literasi di kalangan mahasiswa terus digaungkan, salah satu nya yang dilaksanakan oleh komunitas Aksi Generasi Matematika (SIGMA), UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Setelah sukses melaksanakan kegiatan literasi pertama pada 21 Mei 2026, SIGMA kembali menggelar kegiatan serupa sebagai ruang belajar bersama sekaligus wadah untuk memperkuat solidaritas antarmahasiswa.

Kegiatan literasi kedua tersebut dilaksanakan di depan Gedung D3 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, mulai pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Kegiatan diikuti oleh anggota SIGMA dan sejumlah peserta dari luar SIGMA yang turut bergabung dan meramaikan jalannya kegiatan.

Kehadiran peserta dari luar SIGMA menjadi salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan kegiatan kali ini. Keterbukaan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang digagas SIGMA tidak hanya diperuntukkan bagi anggota internal organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang bersama bagi mahasiswa yang ingin belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan literasinya.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Para peserta terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendorong mereka untuk saling bertukar pengalaman, berdiskusi, serta mengasah keterampilan literasi. Meskipun dikemas dalam suasana santai, kegiatan tetap diarahkan untuk menghasilkan proses belajar yang produktif dan memberikan manfaat bagi peserta.

Bagi mahasiswa, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, memahami informasi, serta berkomunikasi secara efektif. Karena itu, ruang-ruang literasi seperti yang dihadirkan SIGMA memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan.

Pelaksanaan kegiatan untuk kedua kalinya juga menunjukkan adanya komitmen SIGMA untuk menjaga keberlanjutan program yang telah dirintis. Kegiatan literasi tidak ditempatkan sebagai agenda sesaat, tetapi diupayakan menjadi kegiatan yang dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa.

Wakil Ketua SIGMA, Ummu Usa’adah, menyampaikan bahwa literasi memiliki posisi penting dalam membangun karakter dan kehidupan akademik mahasiswa. Menurutnya, membaca dan menulis tidak semata-mata menjadi keterampilan yang dibutuhkan dalam perkuliahan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan dan solidaritas antarmahasiswa.

“Literasi adalah inti peradaban. Dengan digelarnya kegiatan ini, kita belajar bahwa membaca dan menulis bukan hanya keterampilan akademik, tetapi juga cara untuk memperkuat solidaritas dan membangun karakter. Harapan saya, kegiatan literasi SIGMA terus berlanjut dan memberi manfaat bagi seluruh mahasiswa, baik anggota maupun di luar SIGMA,” ujar Ummu Usa’adah.

Ia menambahkan, keberadaan kegiatan literasi diharapkan dapat menciptakan ruang yang mendorong mahasiswa untuk lebih terbiasa bertukar gagasan dan belajar bersama. Dengan suasana yang terbuka, mahasiswa dapat saling memberikan pengalaman dan perspektif sehingga proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas.

Keterlibatan mahasiswa di luar anggota SIGMA juga menjadi bagian penting dalam membangun jejaring dan memperluas manfaat kegiatan. Interaksi antarmahasiswa dari berbagai latar belakang dapat membuka kesempatan untuk membangun komunikasi, kerja sama, serta hubungan yang lebih erat di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan tersebut, SIGMA berupaya menghadirkan literasi sebagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Literasi tidak harus selalu berlangsung dalam ruang kelas atau melalui kegiatan formal, tetapi dapat tumbuh melalui diskusi dan interaksi sederhana yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan gagasan serta mendengarkan pandangan orang lain.