MAHASISWA PPL KKN INTERNASIONAL FTIK IAIN PURWOKERTO IKUTI KEGIATAN ANJANGSANA DI PATTANI THAILAND

image_url

Silaturahmi merupakan  salah satu cara yang dilakukan umat Muslim dalam menyatukan ikatan kekeluargaan. Melalui silaturahmi tersebut umat Muslim mengesampingkan perbedaan latar belakang apapun. Sehingga saat silaturahmi berlangsung yang ada adalah kebersamaan dan persatuan.

Suasana inilah yang muncul pada acara rutin ziarah (baca: anjangsana) mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Melayu (PBSM) 2 Jami’ah Islam Syekh Daud Al Fathoni (JISDA), Yala, Thailand Selatan. Ziarah pada 10 Januari 2018 tersebut bertempat di kediaman Rusni Ka’lipae, tepatnya di Kampung Krongpinang yang dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama satu jam dari pusat kota Yala.

Kegiatan ini merupakan program rutinan para mahasiswa yang berkuliah di JISDA, yang notabenenya adalah tempat praktik mengajar mahasiswa PPL KKN FTIK IAIN Purwokerto di tiap penggal (baca: semester). Dalam semester ini, kegiatan ziarah tersebut merupakan yang ke tiga kali sejak awal semester di bulan Oktober.

Yang membuat istimewa kegiatan ziarah kali ini adalah keikutsertaan saudara dari Indonesia, para mahasiswa PPL KKN Internasional FTIK IAIN Purwokerto, tutur Syarifah Sama’ae salah satu mahasiswa yang turut serta dalam ziarah.

Rangkaian ziarah tersebut dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Yasir Ahmad dan doa oleh Nur Amri. Setelah itu, dilanjut dengan acara ta’aruf (memperkenalkan diri) dari pihak keluarga Rusnee dan mahasiswa PBSM 2, kemudian dilanjutkan dengan bentuk penghormatan tuan rumah kepada tamu berupa makan bersama yang telah menjadi kebiasaan masyarakat Melayu di Thailand Selatan.

Di akhir kegiatan, ziarah diisi dengan pembacaan Kitab Maulid Al Barzanji berbahasa Melayu yang dilantunkan oleh Abdul Rasyid, Anwar Musa, dan Afan Hawi serta doa oleh Nur Amri sebagai wujud terima kasih dan upaya pelestarian adat kebiasaan masyarakat Melayu Thailand Selatan.

Masing-masing tamu juga diberi bingkisan cantik untuk kenang-kenangan. Acara ziarah ini sama dengan kebiasaan masyarakat Muslim di Indonesia yang sering disebut anjangsana, di mana antar umat Muslim saling mengunjungi satu sama lainnya. Substansi kegiatan pun tidak jauh berbeda yaitu silaturahim dan pembacaan tahlil yang banyak dijumpai di Indonesia.

Menurut Syarifah Sama’e keunikan dan keistimewaan kegiatan ini adalah pada usaha pelestarian budaya Islam di Pattani Thailand Selatan yang terus dilakukan. Kegiatan  rutin tersebut dilakukan sesuai dengan khasanah Islam di Pattani Thailand Selatan. Salah satunya  dengan kemauan mereka mengenakan baju kurung dan pembacaan Al Barzanji berbahasa Melayu yang merupakan kekayaan budaya dan bahasa Pattani.

Menurut Indah Istiqomah, salah satu mahasiswa KKN PPL Internasional FTIK IAIN Purwokerto, dengan ikut dalam kegiatan ini menambah khasanah pengetahuan pluralitas keislaman masyarakat setempat. Hal ini akan menumbuhkan semangat pluralitas dalam menghormati keberagaman budaya dalam masyarakat Muslim.(Redaksi FTIK)

Leave us a Comment