Berita

Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat, Tadris Matematika selenggarakan Workshop bagi Guru SD/MI se-kabupaten Banyumas

Prodi Tadris Matematika mengadakan kegiatan Workshop Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Miskonsepsi dan Keyakinan Matematika dalam Praktik Pembelajaran Digital”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 21 Maret 2022 bertempat di Gedung Rektorat lantai 4, kampus UIN Saizu. Fitria Zana Kumala, S.Si., M.Sc. selaku ketua panitia kegiatan workshop menuturkan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pembelajaran matematika bagi guru SD/MI. Peserta workshop sebanyak 30 guru yang berasal dari berbagai SD/MI di kabupaten Banyumas. Kegiatan berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu, Dr. H. Suwito, M.Ag. Pelaksanaan workshop terbagi menjadi 3 sesi yang diisi oleh pemateri kompeten dari dosen Tadris Matematika FTIK UIN Saizu. Narasumber pertama adalah Fitria Zana Kumala, S.Si., M.Sc. yang sekaligus sebagai ketua panitia kegiatan workshop menjadi pengisi materi mengenai Miskonsepsi Matematika. Sesi kedua, dengan pemateri Muhammad ‘Azmi Nuha, M.Pd. menyampaikan tentang Media Pembelajaran Matematika pada Aritmatika dan Geometri. Selanjutnya, untuk narasumber yang terakhir diisi oleh Koordinator Program Studi Tadris Matematika yaitu Dr. Hj. Ifada Novikasari, S.Si., M.Pd. yang menyampaikan materi mengenai keyakinan matematika. Seluruh peserta terlibat aktif dan antusias dalam kegiatan workshop. Koordinator Program Studi Tadris Matematika, Dr. Hj. Ifada Novikasari, S.Si., M.Pd. berharap......

0

TADRIS MATEMATIKA MENUTUP TAHUN 2021 DENGAN PRESTASI TINGKAT NASIONAL

Menutup tahun 2021 dengan kabar gembira, mahasiswa Tadris Matematika kembali mengukir prestasi tingkat nasional. Pandi Try Yudiono, Mir Atun Nisa, dan Alisya Qotrunada, mahasiswa Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN K.H Saiffudin Zuhri dengan dosen pembimbing Muhammad ‘Azmi Nuha, M.Pd., berhasil mengantongi juara 2 pada Lomba Media Pembelajaran yang diadakan oleh Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dalam acara Mathematics Education Festival #7 dengan tema “Be Productive In The New Normal Era by Competition with MEF #7”. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengirim Proposal yang dikumpulkan melalui google form. Tahap merupakan tahap penentuan, apakah masuk dalam babak final atau tidak. Kemudian pada tahap kedua, setelah diumumkan lima finalis yang masuk babak selanjutnya, para finalis terpilih diharuskan mengirimkan persentasi berupa powerpoint, video demostrasi, dan produk yang dibuat. Tahap terakhir dilakukan persentasi secara online melalui Zoom Meeting. Penjurian dilakukan oleh bapak Lovandri Dwanda Putra, M.Pd. Dan bapak Arie Purwanto, S.Pd., M.Sc. Pengumuman pemenang lomba dilaksanakan pada Minggu, 26 Desember 2021 secara online maupun offline berbarengan dengan talkshow juga closing ceremony MEF #7. Dengan hasil, Juara 1 diraih oleh Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa dengan nilai keseluruhan 251,5, juara 2 diraih oleh tim UIN Saizu dengan nilai keseluruhan 236, dan juara 3 juga diraih......

0

Diskusi Rutin Dosen : Dinamika Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan kembali menyelenggarakan diskusi rutin dosen. Kali ini yang bertugas menjadi Narasumber adalah Dr. Subur, M.Ag. Beliau juga merupakan Wakil Dekan II FTIK. Sementara diskusi ini dipandu oleh moderator Malia Fransisca, M.Pd.I. Diskusi dilaksanakan pada hari Selasa, 7 September 2021 pukul 14.00-15.00. Tema Diskusi yang disampaikan oleh Dr. Subur, M.Ag adalah “Dinamika Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19”.  Dalam pemaparannya Subur menjelaskan bahwa proses pendidikan itu meliputi  mendidik (ta’dib, tahdzib, takhalluq); memberi nasehat, mauidzoh, membangun afeksi/sikap. Mengajar, membimbing/irsyad (memberi contoh, teladan; lisanul afsahu min lisanil maqaal), mengarahkan (mengawasi/ijbar/mengingatkan ), melatih/tarbiyah, tadrib (membiasakan suatu sikap, melatih jiwa-raga), Dengan menilai (mengukur/mi’yar), dan mengevaluasi/taqyim. Lebih lanjut, subur juga menjelaskan bahwa terdapat berbagai macam permasalahan pendidikan khususnya di dalam proses pembelajaran di masa pandemi ini. Dilakukan melalui learning manajemen system (LMS);  WA, GM, Zoom, GCL, (‘tidak bisa saling melihat satu sama lain’), rentan dengan gangguan sinyal dan sistem. Interaksi setengah-setengah. Minimnya proses komunikasi langsung (kurang ada interaksi dialogis yang hangat karena dibatasi oleh jarak dan tempat yang saling berjauhan). Situasi sosial menjadi hilang,  tidak terjalin ikatan emosional antar pendidik dan peserta didik maupun antar peserta didik. Proses humanisasi menjadi hampa. Transfer materi  yang berkaitan dengan pemahaman dan keterampilan seringkali tidak dapat......

0